Perantara Suap Lippo Group Ajukan Eksepsi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

Perantara Suap Lippo Group Ajukan Eksepsi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pegawai PT Artha Pratama Anugerah (anak usaha Lippo Group) Doddy Ariyanto Supeno akan mengajukan nota keberatan atau eksepsi atas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK. Doddy didakwa bersama-sama Presiden Komisaris Lippo Group, Eddy Sindoro menyuap Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Edy Nasution sebesar Rp 150 juta.

“Kami putuskan akan mengajukan eksepsi,” kata Kuasa Hukum Doddy, Ani Andriani usai sidang pembacaan dakwaan di Pengadilan Tipikor Jakarta, Rabu (29/6).

Sidang pembacaan eksepsi tersebut akan digelar pada 11 Juli 2016. Menurut Ani, salah satu pertimbangan kliennya mengajukan eksepsi, yaitu, peran Doddy Ariyanto Supeno hanya sebagai perantara suap ke Edy Nasution.

“Tadi jelas di dakwaan jelas namanya sedikit saja disebutnya Pak Dody,” tutur Ani.

Doddy Ariyanto Supeno bersama-sama Eddy Sindoro selaku Presiden Komisaris Lippo Group, Hery Soegiarto selaku Direktur PT Metropolitan Tirta Perdana, dan Ervan Adi Nugroho selaku Presiden Direktur PT Paramount Enterprise International. Mereka bersama anak buahnya, Wresti Kristian Hesti didakwa menyuap Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Edy Nasution dengan uang sebesar Rp 150 juta.

Suap diberikan dengan maksud agar Edy Nasution menunda proses pelaksanaan Aanmaning atau peringatan eksekusi terhadap PT Metropolitan Tirta Perdana (MTP) dan menerima pendaftaran Peninjauan Kembali PT Across Asia Limited (AAL) meskipun telah lewat batas waktu yang ditentukan oleh undang-undang.

Dalam dakwaan, Eddy Sindoro berperan mengangkat Wresti Kristian Hesti untuk melakukan pendekatan dengan sejumlah pihak terkait perkara yang tengah dihadapi Lippo Group. Serta, mengangkat Doddy dengan tugas menyerahkan dokumen maupun uang kepada pihak-pihak lain terkait perkara tersebut. (put/jpg)

Click to comment
To Top