Duh.. Ada Calo SBMPTN yang Tawarkan Jalan Pintas. Syaratnya, Bayar Minta Rp500 Juta – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Duh.. Ada Calo SBMPTN yang Tawarkan Jalan Pintas. Syaratnya, Bayar Minta Rp500 Juta

SURABAYA, 11/11 - CPNS DEPKUMHAM. Seorang pengawas berada di antara peserta ujian calon pegawai negeri sipil (CPNS) Depkumham, di Gelora Pantjasila Surabaya, Rabu (11/11). Sebanyak 1400 peserta mengikuti ujian CPNS di lingkungan Depkumham wilayah Jatim, dari 70 PNS yang dibutuhkan. FOTO ANTARA/Eric Ireng/ed/pd/09

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Perguruan Tinggi Negeri (PTN) memang tak bisa dipungkiri punya daya tarik besar terhadap para siswa SMA yang buru lulus sekolah. Buktinya, pada Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SBMPTN) 2016, ada 721.326 peserta yang mendaftar, namun hanya 126.804 orang yang lolos. Artinya, ada 594.522 orang yang terbuang.

Hal itu menunjukkan, persaingan yang ketat dan minat para sisiwa SMU masuk ke PTN sangat tinggi. Belum lagi diketaui, bahwa SBMPTN 2016 diikuti bukan hanya oleh siswa yang baru lulus. Namun juga diikuti oleh mereka yang lulus dua tahun sebelumnya.

Tingginya minat dan ketatnya persaingan ini, menciptakan peluang ‘usaha nakal’ oleh oknum-oknum yang tidak bertangggungjawab. Memang, ini sudah menjadi rahasia umum. Adanya calo yang mengimng-miming kursi PTN, dengan imbalan uang ratusan juta.

Seperi dilaporkan Okezon.com, Rabu (29/6), seorang ibu pengusaha rumahan berinisial B mengaku pernah ditawari oleh calo. Kala itu, ia ingin memasukkan anaknya ke PTN pada tahun 2013. Sang calo menawarkan masuk ‘lewat jendela’ alias letjen.

“Oknum itu bilang, jika saya ingin si sulung masuk ke PTN tersebut, harus bayar Rp500 juta,” ungkap ibu B.

Bahkan parahnya, ibu B diancam oleh si calo yang katanya seorang dosen, jika tidak membayar, maka anak sulungnya tidak akan bisa diterima di PTN mana pun.

“Saya kan pedagang kecil, ya tidak mungkin mau masuk ke PTN sampai harus bayar Rp500 juta. Saya juga tidak memaksakan anak untuk masuk PTN. Semua keingian si anak. Saya dan suami hanya mendukung,” paparnya.

Namun, namanya juga ‘jodoh’, meski anaknya gagal di Seleksi Nasional Masuk Perguruan Tinggi Negeri (SNMPTN), tapi ia tetap berusaha mendaftar lagi lewat jalur SBMPTN. Dan upaya itu berhasil. Anak itu diterima dan sedang menempuh kuliah di salah satu PTN di tanah air.

“Saya ajak anak saya untuk berdoa bersama-sama. Karena kalau memang rejeki juga tidak akan ke mana. Saya memang orang enggak punya, tapi saya enggak mau pakai cara-cara curang seperti itu. Walaupun orang itu sampai ancam-ancam saya tidak bisa masuk PTN,” jelasnya.

“Ya saya bersyukur banget bisa diterima. Bukan hanya senang, tapi lega juga karena lewat jalur yang benar,” imbuhnya.

Nah, berkaca dari pengalaman ibu B di atas, semestinya para orang tua dan anak tidak menempuh jalur-jalur ilegal seperti ditawarkan si calo tadi.

Kalaupun tidak lolos di dua jalur penerimaan SNMPTN dan SNMPTN, masih ada jalur mandiri. Kalau memang itu belum cukup, sementara anak kita harus kuliah di tahun ini, masih ada alternatif, yakni masuk di Perguruan Tinggi Swasta (PTS) yang secara kwalitas tak kalah dengan PTN. (ril/PS)

loading...
Click to comment
To Top