Menjadi Pasien di Klinik Vaksin Palsu, Orang Tua Bayi Menangis… Cemas! – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Menjadi Pasien di Klinik Vaksin Palsu, Orang Tua Bayi Menangis… Cemas!

082718_367888_menkes_vaksin

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Sebuah klinik di Jalan Centek Raya, Ciracas, Jakarta Timur, digerebek pada Selasa malam (28/6). Polisi pun mengungkapkan ke media soal klinik yang dimiliki bidan Elly Novianti itu. Ternyata klinik tersebut merupakan bagian dari jaringan peredaran vaksin palsu. 

Pengungkapan polisi itu mengagetkan para orang tua yang selama ini menjadi pasien langganan klinik bidan Elly.

Saat diminta datang ke klinik kemarin siang, sebagian besar di antara delapan ibu dan bayinya yang datang tidak kuasa menahan tangis. 

Siti Nurkholifah, 27, ibu bayi Gaisan Ahmad Altanis yang berumur 6 bulan, menangis tersedu setelah mengetahui anaknya mendapat vaksin palsu di klinik Elly. Padahal, anaknya tersebut baru saja divaksin pada Selasa pagi (28/6) atau hanya selang 12 jam sebelum klinik Elly digerebek petugas Bareskrim. 

Dewi, 28, yang datang dengan anaknya, Farisa Rifanda Handoko, 6 bulan, juga sangat terkejut. Demikian pula pasangan Hendra, 36, dan Lela, 37, yang datang bersama anak bungsu mereka, Khazindra, 2, serta Eka Rachmawati, 23, dan bayinya, Andika Putra Mahes, 6 bulan. Para orang tua itu tampak kaget mengetahui vaksin yang digunakan anaknya diduga palsu.

Mereka mengaku memiliki perasaan yang sama, yakni terjebak. “Saya sudah mengetahui dari pemberitaan bahwa ada vaksin palsu. Tapi, saya tidak menyangka kalau saya dan anak saya harus mengalaminya,” tutur Siti, lantas sesenggukan. 

Dia menuturkan, awalnya dirinya ingin melakukan vaksinasi anaknya di puskesmas. Tapi, orang tuanya meminta untuk melakukannya di tempat yang lebih terjamin karena untuk anak pertama. Pilihan pun jatuh ke klinik bidan Elly. “Di tempat itu pula saya melahirkan anak pertama saya ini,” tutur Siti dengan mata sembap. 

Dia kini berharap pemerintah segera mengungkap kandungan vaksin palsu tersebut. Menurut Siti, jika kandungan vaksin palsu diketahui, langkah selanjutnya bisa ditempuh. Apakah anaknya memerlukan tindakan medis lain atau hanya perlu divaksin ulang. 

Tidak berapa lama kemudian, Kabareskrim Komjen Ari Dono dan Menteri Kesehatan Nila Moeloek tiba di klinik tersebut. Keduanya ingin mengetahui secara langsung kondisi orang tua dan anak yang menjadi korban vaksin palsu. 

Tak lama kemudian, Ari dan Nila masuk ke ruang pemeriksaan di klinik tersebut. Di sana, bidan Elly yang sekarang berstatus terperiksa dan saksi kasus vaksin palsu sudah menunggu. Sayang, pertemuan itu berlangsung tertutup. (idr/mia/ian/c5/kim/Jpnn/fajar) 

loading...
Click to comment
To Top