Sadis! Cinta Ditolak, Ayah Dibunuh di Depan Anaknya – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

Sadis! Cinta Ditolak, Ayah Dibunuh di Depan Anaknya

FAJAR.CO.ID, INHU – Seorang pria di Dusun V Air Dingin, Desa Pesajian, Kecamatan Batang Peranap, Kabupaten Indragiri Hulu (Inhu), Riau tewas mengenaskan dibunuh di depan anaknya yang masih berusia lima tahun, Selasa (28/6) malam.

Siteli Telambanua, 39, diduga dibunuh keponakan sendiri, Lito Telambanua. Kini pemuda 29 tahun tersebut sedang diburu pihak kepolisian.

Awal kejadiannya sekitar pukul 19.00 WIB seperti biasa Siteli pergi ke rumah temannya, Sagih untuk mengecas handphone. Ia ditemani anaknya Stema Telambanua dengan menggunakan sepeda motor. 

Setelah baterai ponselnya penuh, sekitar pukul 20.00 WIB, Siteli pulang ke rumah. Namun saat melewati Jalan Sawit, ayah dan anak itu dicegat pelaku.

Begitu berhenti, tangan kiri Siteli langsung dipukul sampai patah. Seketika tubuhnya terjatuh dari sepeda motor.

‘’Kemudian pelaku membacok korban. Sehingga mengalami luka di bagian wajah, kepala, telinga sebelah kiri, tangan sebelah kanan dan punggung. Pelaku juga memukul anak korban di bagian telinga sebelah kiri,’’ kata Paur Humas Polrs Inhu Iptu Yarmen Djambak kepada Pekanbaru MX (Jawa Pos Group), Rabu (29/6) siang.

Puas menghajar ayah dan anak itu, pelaku melarikan diri. Dia membawa sepeda motor milik korban yang sedang terkapar bersimbah darah. 

Melihat pelaku sudah tidak ada lagi, anaknya Stema Telaumbanua meminta pertolongan kepada masyarakat sekitar. Sayang, ketika warga datang, ayahnya sudah tidak bernyawa lagi.

‘’Korban meninggal dunia di tempat. Korban dibawa ke Puskesmas Peranap.  Menurut keterangan istri korban, keluarga akan mengebumikan korban di Dusun V, Desa Pesajian, Kecamatan Batang Peranap,’’ pungkasnya.

Polisi yang mendapat informasi kejadian itu langsung mendatangi tempat kejadian. Saat melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP), petugas menemukan sejumlah barang bukti diduga milik pelaku.

“Barang bukti yang diamankan berupa satu buah linggis, potongan semangka bekas dimakan, anti nyamuk bakar dan puntung rokok. Hingga saat ini pelaku masih dalam pengejaran,’’ jelas Yarmen.

Berdasarkan keterangan saksi yang diperiksa polisi, rupanya antara Siteli dan pelaku sempat ribut. Pasalnya, pelaku menyukai anaknya. Lantaran satu marga atau keluarga, hubungan tersebut tidak diizinkan.

‘’Pelaku nekat membunuh pamannya sendiri karena sakit hati. Pelaku menyukai anak korban, namun ditolak keluarga pamannya,’’ tutup Yarmen.(MG4/ray/jpnn/fajar)

To Top