Innalillahi..! Guru Honorer Ditemukan Membusuk di Kamarnya – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Makassar

Innalillahi..! Guru Honorer Ditemukan Membusuk di Kamarnya

kamar mayat

FAJAR.CO.ID, SIDRAP Warga BTN Pepabri, Kelurahan Batulappa, Kecamatan Watang Pulu, Sidrap, Sulawes Selatan, igegerkan dengan menemuan mayat yang merupakan warga setempat bernama Rostina (45). Ia ditemukan sudah tak bernyawa dengan kondisi mengenaskan, Kamis (30/6) lalu, sekitar pukul 14.00 Wita.

Jasad korban sudah dalam keadaan membusuk di kamarnya. Bahkan tubuh wanita yang berprofesi sebagai guru honorer di SDN 2 Pangsid itu sudah bengkak dan mulut. Hidung dan telinga mengeluarkan darah namun sudah mengering.

Ihwal gegernya warga setempat bermula saat salah seorang kakak korban, Hamka yang pertama kali menemukan jasad adiknya itu menaruh curiga ada yang tak beres di balik meninggalnya adik bungsunya itu.

Saat itu, korban yang selama ini tinggal sendirian di BTN, sudah dua hari terakhir tak pernah memberi kabar kepada kakaknya. Sebaliknya, ketika sang kakak menghubungi nomor handphone adiknya, tak pernah mendapat jawaban.
Awalnya, telepon seluler milik korban masih aktif. Namun keesokan harinya sudah berada di luar jangkauan. “Saat pertama kali saya temukan, kondisi adik saya sudah membusuk. Tapi saya curiga, karena pintu rumah dan kamarnya tidak terkunci. HPnya juga awalnya aktif, namun di hari kedua sudah tidak aktif lagi,” kata Hamka, Jumat, (1/7).

Diceritakan Hamka, dirinya menemukan adiknya sudah dalam kondisi meninggal dunia, setelah sebelumnya dia merasa curiga telah terjadi apa-apa. “Selasa pagi kami masih sempat berkomunikasi lewat telepon. Setelah itu dia tidak lagi mengangkat HPnya sampai ditemukan meninggal dunia,” kata Hamka.

Masih menurut Hamka, adiknya Rostina selama ini tidak pernah memiliki riwayat penyakit sebagaimana dikabarkan orang lain setelah Rostina meninggal. “Selama ini adik saya tinggal sendiri di rumah pribadinya. Dia juga terlihat sehat-sehat saja. Tidak ada tanda-tanda penyakit yang menderanya. Memang adik saya belum pernah bersuami, dan selama ini menjadi guru honorer di SDN 2 Pangsid,” kata Hamka.

Lebih jauh dikatakan Hamka, dirinya dan keluarga yang lain intens berkomunikasi melalui handphone dengan Rostina. ”Terakhir kami berbincang-bincang, adik saya terus menerus memanggil saya datang untuk datang menjemput beras yang akan diberikan kepada saya,” kata Hamka.

Sebelumnya, korban dikabarkan meninggal karena diduga akibat kekerasan seksual. Kabar yang berembus di kalangan tetangganya, sebelum dibunuh korban sempat diperkosa atau dicabuli.
Namun hal itu dibantah keras pihak Kepolisian Resort (Polres) Sidrap. Melalui Kasat Intelkam, AKP Fantry Taherong ditegaskan bwha di tubuh korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan fisik. Mengenai darah yang keluar dari mulutnya, itu diduga karena penyakit jantung.

“Kalau dugaan penyakit jantung atau stroke itu besar kemungkinan bisa jadi. Sementara kalau kekerasan seksual, itu tidak mungkin karena tidak ada kekerasan fisik di tubuh korban,” papar AKP Fantry, kemarin.

Terpisah, Kasat Reskrim Polres Sidrap, AKP Chandra Yudha Pranata, mengaku meski tidak dilakuan visum resmi dari pihak rumah sakit setempat dengan alasan keluarga korban menolak untuk otopsi, namun pihaknya tetap akan menyelidiki penyebab kematian korban.

“Pastinya kami tetap akan diselidiki penyebab kematiannya, meskipun pada saat korban diperiksa tidak ditemukan adanya tanda-tanda kekerasan di tubuhnya,” kata Chandra. Melihat kondisi jenazah saat pertama kali ditemukan, lanjut Chandra, kuat dugaan jika wanita malang itu meninggal dunia akibat serangan jantung.

“Apalagi yang bersangkutan diketahui sakit tiga hari sebelumnya. Bahkan pembagian takjil untuknya hanya diantarkan oleh tetangganya. Namun semua itu akan kita dalami kebenarannya,” tandas Chandra. (ady/rus/Bkm/Fajar)

loading...
Click to comment
To Top