Jatim Merupakan Pasar Beredarnya Vaksin Palsu – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Daerah

Jatim Merupakan Pasar Beredarnya Vaksin Palsu

36872_55279_Vaksin Balita

FAJAR.CO.ID, SURABAYA- Meski sempat dibantah oleh Gubernur Jawa Timur (Jatim) Soekarwo, bahwa daerah Jatim bebas dari peredaran vaksin palsu. Tetapi hal itu berbeda jauh dengan temuan Bareskrim Mabes Polri, terkait peredaran vaksin palsu.

Sesuai dengan hasil penyidikan Bareskrim, daerah Jatim merupakan pasar beredarnya vaksin palsu. Bahkan, Polda Jatim sudah ancang-ancang menggeledah beberapa tempat yang diduga menjadi distributor vaksin palsu beserta konsumennya.

Rencana itu saat ini sudah cukup matang. Polda Jatim menyiagakan personel khusus untuk menindaklanjuti temuan yang menggegerkan tersebut. Persiapan itu muncul sejak Jatim disebut-sebut menjadi salah satu tempat persebaran utama vaksin abal-abal.

Kabidhumas Polda Jatim Kombespol R.P. Argo Yuwono menyatakan, temuan vaksin palsu di Mabes Polri yang terkait dengan Jatim akan ditindaklanjuti.

Salah satunya, melakukan penggeledahan sejumlah tempat penyimpanan vaksi palsu. Antara lain, gudang, disitributor, dan apa pun yang menyimpan vaksin tersebut.

Bukan itu saja, polisi juga bakal memeriksa siapa pun yang terkait dengan keberadaan vaksin tersebut. Hal itu bertujuan mengetahui sejauh mana keterlibatannya dengan produk yang saat ini meresahkan masyarakat di Indonesia tersebut.

“Menjadi jaringan pelaku yang sudah ditangkap di Jakarta atau tidak terkait sama sekali,” ucapnya.

Meski begitu, polisi sudah memiliki parameter sendiri untuk menilai ada tidaknya keterkaitan dengan kasus di Jakarta.

Misalnya, ada bantahan keras dengan mengaku tidak tahu sama sekali. Jawaban tersebut mudah terpatahkan dengan variabel pertanyaan yang sudah disusun oleh polisi. Sebab, untuk membeli vaksin palsu, ada alasan tersendiri yang membedakan dengan vaksin original.

Hanya, operasi pencarian vaksin palsu dan pelakunya di Jatim baru akan dilakukan setelah Polda Jatim menerima data dari Bareskrim Mabes Polri.

Data itu memuat tempat vaksin tersebut dipasarkan. Termasuk kemungkinan adanya jaringan yang khusus bertugas di Jatim. Menurut dia, Polda Jatim sudah berkoordinasi dengan Mabes Polri mengenai hal itu.

“Kalau sudah ada datanya, kami tinggal bergerak. Sudah jelas kok,” ujarnya. (eko/c20/git/flo/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top