Wagub Jakarta Ancam Potong Tunjangan PNS yang Lambat Masuk Kerja – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Jabodetabek

Wagub Jakarta Ancam Potong Tunjangan PNS yang Lambat Masuk Kerja

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Sesuai dengan keputusan pemerintah untuk waktu libur nasional jelang hari raya Idul Fitri, Pegawai Negeri Sipil (PNS) DKI Jakarta diharuskan masuk kerja pada 11 Juli 2016.

Wakil Gubernur DKI Jakarta Djarot Saiful Hidayat mengingatkan, agar PNS tidak bolos pada hari pertama kerja usai libur lebaran.

Apabila bolos, maka mereka bakal mendapatkan sanksi berupa pemotongan tunjangan kerja dinamis (TKD).

“Tanggal 11 Juli masuk kerja. Kalau ada yang mangkir kerja di hari pertama, gampang, sanksinya potong TKD yang besar. Kalau perlu TKD satu bulan enggak usah dikasih,” kata Djarot, Minggu (3/7).

Selain itu, PNS yang bolos pada hari pertama kerja akan terkena sanksi berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 53 Tahun 2010 tentang Disiplin PNS. Adapun sanksi tegas diberikan jika PNS tidak masuk kerja tanpa keterangan. Sementara, sanksi ringan berupa lisan dan tulisan.

Dj‎arot menyatakan, jika mendapat sanksi lisan dari atasan, maka PNS DKI tidak akan mendapatkan TKD selama satu bulan. “Sementara, apabila PNS mendapat sanksi secara tertulis, maka tidak akan mendapat TKD selama tiga bulan,” ujarnya.

Tahun lalu, sebanyak 6.763 PNS DKI tidak hadir pada hari pertama kerja usai libur lebaran. Berdasarkan data Badan Kepegawaian Daerah DKI, dari jumlah tersebut, PNS DKI yang tidak hadir tanpa keterangan ada 126 orang. (gil/jpnn)

To Top