KPK Butuh Ini untuk Jerat Nurhadi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

KPK Butuh Ini untuk Jerat Nurhadi

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan tetap terus mencari bukti keterlibatan Sekretaris Mahkamah Agung (MA) Nurhadi dalam kasus dugaan suap panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat.

Terutama dalam menggali keterangan dari empat anggota Brimob yang menjadi ajudan Nurhadi dan sopirnya Royani. Saat ini, Brigadir Ari Kuswanto, Brigadir Dwianto Budiawan, Brigadir Fauzi Hadi Nugrono, dan Ipda Andi Yulianto diketahui tengah menjalankan tugas di Poso.

Wakil Ketua KPK Saut Situmorang pun memastikan pemanggilan kepada empat ajudan Nurhadi terus dilakukan. “Sudah proses (pemanggilan). Akan ada interview tinggal mengatur waktunya yang bersangkutan,” kata Saut saat dihubungi, Rabu (5/7).

Terkait lokasi pemeriksaan ajudan Nurhadi di Jakarta atau Poso, Saut menilai hal itu tak jadi masalah. KPK siap memeriksa empat Brimob tersebut di mana saja.

“Prinsipnya sama saja. Yang penting keterangannya, ya,” tutur mantan staf ahli Badan Intelijen Negara itu.

Nama Nurhadi turut disebut dalam berkas dakwaan Jaksa Penuntut Umum (JPU) KPK atas Pegawai PT Artha Pratama Anugerah (anak usaha Lippo Group) Doddy Ariyanto Supeno. Doddy didakwa sebagai perantara suap Panitera PN Jakpus Edy Nasution terkait pengurusan beberapa perkara Lippo Group.

Jaksa menyebut Nurhadi sempat menghubungi Panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, Edy Nasution dan memintanya segera mengirimkan berkas Peninjauan Kembali (PK) perkara niaga anak usaha Lippo Group, PT Across Asia Limited (AAL) ke MA.

Padahal, pengajuan PK tersebut telah melewati batas waktu pengajuannya selama 180 hari sejak perkara diputus berdasarkan Undang-Undang Nomor 37 Tahun 2014 tentang Kepailitan.

Diketahui, saat itu Edy Nasution telah dijanjikan uang sebesar Rp 50 juta oleh anak buah Pesiden Komisaris Lippo Group Eddy Sindoro bernama Wresti Kristian Hesti. Uang tersebut sebagai imbalan Edy Nasution jika mau menerima berkas pendaftaran PK PT AAL meski telah melewati batas waktu.

Saat ditanya kapan KPK bakal menjerat Nurhadi dalam perkara ini, Saut menjawabnya diplomatis. “Penyidik masih bekerja,” pungkasnya.

Dalam perkara ini, KPK telah mencegah Nurhadi ke luar negeri selama enam bulan. Nurhadi juga telah menjalani pemeriksaan di KPK sebanyak tiga kali. Sebelumnya, KPK juga telah menggeledah rumah Nurhadi dan menemukan uang sebesar Rp 1,7 miliar. KPK menduga uang tersebut terkait pengurusan sejumlah perkara di MA. (put/jpg)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top