Prediksi Jerman vs Prancis Jelang Laga – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Bola

Prediksi Jerman vs Prancis Jelang Laga

FAJAR.CO.ID, LAGA semifinal Piala Eropa 2016 antara Jerman versus Prancis sejatinya bakal berlangsung ketat dan sengit. Sayang, salah satu tim tak bisa tampil dengan kekuatan terbaik.

Jerman, yang sudah cukup nyaman bermain dengan pakem 4-2-3-1, harus merombak komposisi pemain akibat beberapa pemain yang absen skorsing dan cedera. Mirisnya, mereka yang absen justru pilar andalan di starting XI.

Sebut saja Mats Hummels di lini belakang, Sami Khedira dan Bastian Schweinsteiger di lini depan, dan Mario Gomez di sektor depan. Keempat pemain merupakan fondasi kokohnya permainan Die Mannschaft hingga melaju ke babak semifinal.

Beda hal dengan Prancis yang justru bisa menyabut kembali beberapa pemain andalan yang absen. Dua nama, Adil Rami dan N’Golo Kante, dipastikan bisa tampil lagi setelah absen akibat akumulasi kartu pada babak perempat final melawan Islandia.

Dengan kondisi berbeda dari kedua tim itu, dipastikan akan ada duel timpang di beberapa posisi. Namun, tentu tak mengurangi keseruan laga karena baik pelatih Joachim Loew atau Didier Deschamps sudah menyiapkan strategi terbaik guna mengantisipasi segala situasi.

KIPER

Duel dua kiper terbaik, Manuel Neuer dan Hugo Lloris, akan menarik. Pada pertemuan nanti, keduanya pun akan menjabat ban kapten. Neuer diproyeksi menjadi kapten seiring absennya Schweinsteiger dan Hummels.

Neuer mungkin terlihat lebih perkasa karena sejauh ini gawangnya baru kebobolan satu gol. Gol itu pun lahir hanya dari titik penalti, yaitu saat melawan Italia pada babak perempat final. Sisanya, satu dari tiga nomine peraih FIFA Ballon d’Or pada 2014 itu mampu mengawal gawangnya tanpa ternoda.

Selain itu, dari lima laga yang sudah dijalani, Neuer mencatat total 8 penyelamatan masing-masing 4 di area penalti dan 4 di luar kotak. Sementara, Loris justru hanya melakukan 4 aksi penyelamatan (2 di area penalti dan 2 di area six yard box).

Dalam hal pendistribusian bola, Neuer pun cukup apik dengan torehan 147 umpan (27 umpan jauh akurat, 24 umpan jauh tidak akurat, 95 umpan pendek akurat, dan 1 umpan pendek tidak akurat). Sementara, Lloris tercatat hanya 96 kali melepas umpan (37 umpan jauh akurat, 29 umpan jauh tidak akurat, dan 30 umpan pendek akurat).

Menariknya, Neuer yang akrab disebut sebagai sweeper-keeper, justru baru sekali melakukanclearance dari lima laga yang sudah dijalani. Bandingkan dengan Lloris yang sudah melakuka 4 clearances. Namun, Neuer mampu sekali melakukan interceptions dan Lloris tidak pernah.

BELAKANG

Ketangguhan lini belakang Jerman dan Prancis cukup berimbang dari segi statistik. Jerman mencatat 248 balls recovered berbanding 201 yang dikoleksi Prancis selama perjalanan menuju babak semifinal.

Dari statistik lain, pun cukup berimbang. Jerman tercatat memiliki 18 tackles per game, 12,4 interceptions per game, dan 9,6 fouls per game. Sementara, Prancis mengoleksi 14 tackles per game, 14,2 interception per games, serta 12 fouls per game.

Jerman, meski harus kehilangan Hummels yang terkena akumulasi kartu kuning, tak perlu terlalu cemas. Pasalnya, ada Shkodran Mustafi yang bisa mengisi posisi Hummels dengan tak kalah apik. Bahkan, Mustafi sudah mengoleksi satu gol kala tampil menggantikan Hummels pada laga perdana fase grup.

Sementara di kubu Prancis, meski Rami sudah kembali dari masa hukuman, tapi opsi Samuel Umtiti bisa dikedepankan. Bek yang selangkah lagi bergabung ke Barcelona itu terbukti tampil apik kala menggantikan Rami di laga menghadapi Islandia pada babak perempat final.

TENGAH

Sektor tengah akan menjadi kunci permainan kedua tim. Sejauh ini, tak cuma dua gelandang bertahan yang tangguh dalam mengawal pertahanan, tiga gelandang serang pun cukup produktif dalam mendulang gol atau assists.

Tengok saja Dimitri Payet, yang sudah menyumbang 3 gol dan 2 assists untuk Les Bleus dari lima laga yang dilakoni. Di kubu Jerman, yang paling menonjol adalah Mesut Oezil, meski catatan gol dan assist-nya masih sama-sama satu.

Namun, kehadiran Toni Kroos di lini tengah Jerman cukup banyak membantu peran Oezil. Gelandang asal klub Real Madrid itu sudah mengumpulkan 557 umpan dengan 552 di antaranya tepat sasaran. Kroos tercatat sebagai pengumpan terbaik di Euro 2016 dnegan rasio 94%.

Menariknya, dari 10-besar pengumpan terbaik sejauh ini di Euro 2016, ada empat pemain Jerman bercokol. Selai Kroos yang berada di urutan teratas, ada Jerome Boateng di posisi ketiga (347 umpan sukses dari 382 – 91%), Oezil di posisi kelima (307 umpan sukses dari 336 – 91%), dan Hummels di tempat keenam (312 umpan sukses dari 333 – 94%).

Di kubu Prancis, Pogba berada di posisi tertinggi, yakni urutan ke-11 dengan 255 umpan sukses dari total 285 alias rasio 89%. Payet sendiri hanya berada di posisi ke-27 dengan catatan 202 umpan sukses dari total 243 (83%).

DEPAN

Di sektor depan, tak dimungkiri Prancis jauh lebih unggul dari Jerman. Bagaimana tidak, dua bomber utama mereka, Antoine Griezmann dan Olivier Giroud, bercokol di posisi teratas daftar top skorer sementara Euro 2016 dengan masing-masing 4 gol 2 assist serta 3 gol 2 assist.

Lini depan Jerman dipastikan bermasalah seiring absennya Mario Gomez. Padahal, Gomez menjaddi top skorr Die MannSchaft dengan total 2 gol. Sementara, Thomas Mueller dan Mario Goetze justru masih mandul.

Tanpa Gomez, pelatih Joachim Loew harus lebih memutar otak bagaimana cara menjebol gawang Prancis tanpa mengandalan ketajaman lini depan. Apalagi, sejauh ini mereka memang belum tampil efektif di depan gawang.

Tengok saja dari total 91 kali percobaan tembakan, hanya 31 yang tepat sasaran, 40 meleset, 20 diblok lawan, dan 3 kali mengena gawang. Jerman pun baru mengoleksi 7 gol dari lima laga hingga babak perempat final.

Sementara, Prancis terbukti sedikit lebih efektif dalam menyerang. Total sudah 87 percobaan dilepas anak asuh Didier Deschamps dengan rincian 29 tepat sasaran, 31 meleset, 27 diblok lawan, dan 6 membentur gawang. Namun, jumlah gol Prancis bisa mencapai 11. Dengan kata lain, disektor ini Prancis lebih unggul dari Jerman.

PRAKIRAAN SUSUNAN PEMAIN

Jerman (4-2-3-1): Manuel Neuer; Josua Kimmich, Jerome Boateng, Shkodran Mustafi, Jonas Hector; Emre Can, Toni Kroos; Julian Draxler, Mesut Oezil, Mario Goetze; Thomas Mueller.
Pelatih: Joachim Loew

Prancis (4-2-3-1): Hugo Lloris; Bacary Sagna, Laurent Koscielny, Samuel Umtiti, Patrice Evra; Blaise Matuidi, N’Golo Kante; Dimitri Payet, Antoine Griezmann, Paul Pogba; Olivier Giroud.
Pelatih: Didier Deschamps

(ira/JPG)

To Top