Ketua DKPP Sarankan Segera Tetapkan Pengganti Husni Kamil Manik – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

Ketua DKPP Sarankan Segera Tetapkan Pengganti Husni Kamil Manik

Jimly Asshiddiqie

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Selepas kepergian Husni Kamil Manik, kursi Ketua Komisi Pemilihan Umum (KPU) akan mengalami kekosongan. Kekosongan itu harus segera diisi oleh komisioner KPU lainnya.

Ketua Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) Jimly Ashiddiqie berharap agar penggantinya segera ditentukan. ‎

Penetapan jabatan Ketua KPU itu agar KPU tetap bisa menjalankan fungsinya sebagai lembaga penyelenggara demokrasi. Apalagi dalam waktu dekat akan diselenggarakan Pilkada 2017 secara serentak.

“Saya sarankan segera (penetapan kursi Ketua KPU, red), karena kita tidak boleh menunggu persiapan itu (Pilkada),”‎ ujar Jimly di lokasi pemakaman almarhum Husni Kamil Manik, TPU Jeruk Purut, Jakarta Selatan, Jumat (8/7).‎

Lebih jauh Jimly mengatakan, ‎jika dihitung waktunya Pilkada serentak 2017 berlangsung beberapa bulan lagi. Bahkan, pendaftaran para calon kepala daerah kemungkinan berlangsung bulan depan.

“Sekarang pun sosialisasi terus dilakukan. Saya pikir mereka akan segera memikirkan yang terbaik,” ‎tuturnya.

Soal mekanisme pergantiannya, perlu disesuaikan dengan peraturan yang telah ditetapkan dalam undang-undang. Pemilihan ketua, nantinya dilakukan secara rapat pleno internal oleh para komisioner KPU lainnya.

“Jadi ketua KPU akan dipilih dari enam orang komisioner yang ada. Jadi merekalah yang akan menentukan siapa jadi ketua,” jelas mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) itu. ‎

Untuk menambah jumlah komisioner KPU kembali menjadi tujuh orang harus dilakukan Pergantian Antar Waktu (PAW). PAW ini dilakukan melalui proses daftar tunggu yang sesuai dengan ketentuan undang-undang yang telah mengaturnya. ‎

“Yang kemarin fit and proper tes kan ada 14 orang, yang terpilih 7 orang. Sehingga sisanya, nomor 8 sampai 14 masuk di dalam calon cadangan,” ucap Jimly menerangkan.  ‎

Pleno KPU lah yang akan menentukan, siapa di antara mereka yang akan memenuhi syarat. “Jadi, tidak ada lagi mekanisme fit and proper test karena itu sudah selesai. Jika masih memenuhi syarat, maka kemungkinan ditunjuk tapi siapa orangnya, tentu akan mengikuti daftar nomor prioritasnya dan yang memutuskan pleno berenam (anggota) KPU,” pungkasnya. (dna/JPG)‎

loading...
Click to comment
To Top