Tolong, Jangan Politisasi Kematian Ketua KPU – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

Tolong, Jangan Politisasi Kematian Ketua KPU

Ketua KPU Husni Kamil Manik (tengah), bersama Ketua DKPP Jimly Asshiddiqie (kedua kanan) dan Ketua Bawaslu Muhammad (kanan) mengikuti rapat dengar pendapat dengan Komisi II DPR, Jakarta, Senin (1/2). Rapat tersebut membahas evaluasi penyelenggaraan Pilkada Serentak 2015 dan masa retensi Surat Suara. Foto: Ricardo/JPNN.com

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Hadar Nafis Gumay mengimbau sejumlah pihak jangan memunculkan komentar yang memunculkan adanya pemberitaan miring terhadap kematian mendiang Ketua KPU Husni Kamil Manik.

Apalagi hingga menyebut bahwa kematian Husni ‎berkaitan dengan pemilu presiden (Pilpres) 2014.

Apalagi ‎sekitar seminggu sebelum mantan anggota KPU Sumatera Barat itu meninggal, ada sebuah kuliah twitter(kultwit) yang dibuat oleh akun @ZaraZettiraZR. Postingan tersebut sempat menjadi viral di medsos.

Kultwit tersebut mengulas tentang peretasaan Sistim IT KPU pada Pilpres 2014 silam. Husni Kamil Manik sempat menanggapi kultwit tersebut, dan mendukung untuk melakukan audit digital forensik mengenai dugaan peretasan tersebut.

Hadar Gumay mengatakan, gugatan sejumlah pihak atas hasil Pilpres 2014 lalu kepada KPU, khususnya Husni, tidak dapat dibuktikan dalam persidangan.

“Waktu itu dikasih ruang sengketa di pengadilan, baik di DKPP sampai ke MK (Mahkamah Konstitusi) tidak ada yang terbukti. Kenapa kita harus hidup seperti ini. Tidak ada gunanya‎,” kesalnya saat berbincang dengan JawaPos.com (Fajar Group) melalui sambungan telepon, Sabtu (9/7).

‎Ia melihat, ada yang mau memanfaatkan meninggalnya Husni dengan viral di sosmed itu. “Saya baca di sosmed yang diangkat sesuatu yang tidak ada dasarnya, tetapi ingin memanfaatkan seseorang yang sudah meninggal dan mau dipolitisasi. Sebetulnya tidak ada gunanya,” tegas Hadar.

Dengan ada yang mengaitkan kematian Husni terhadap hasil Pilpres 2014, ia melihat ada pihak yang tidak puas terhadap hasil pemilu.

“Intinya kan ini ketidakpuasan terhadap hasil pemilu. Itu (hasil pemilu) sudah dibeberkan semua. Silahkan saja lihat mana kecurangan, mana manipulasi, semua data begitu terbuka,” jelasnya lagi.

Oleh karena itu, Hadar meminta agar tidak usah ada lagi pihak-pihak yang coba memolitisasi meninggalnya Husni. “Berhentilah untuk bicara non sense. Sekarang ada orang meninggal mau dimanfaatkan. Itu perilaku yang tidak bijak. Berhentilah,” tegas Hadar. (dna/JPG)

loading...
Click to comment
To Top