Innalillahi.. Ratusan Jiwa Melayang di Perayaan Kemerdekaan Sudan Selatan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Internasional

Innalillahi.. Ratusan Jiwa Melayang di Perayaan Kemerdekaan Sudan Selatan

FAJAR.CO.ID, SUDAN SELATAN- Jalan-jalan di ibukota Sudan Selatan, Juba telah berubah menjadi saksi bisu pertepuran berdarah yang terjadi pada malam ulang tahun kemerdekaan kelima negara tersebut pekan ini.

Dalam insiden tersebut, sedikitnya 150 orang tentara tewas.

“Jumlah korban adalah lebih dari 150 tewas,” kata Roman Nyarji, juru bicara pemimpin pemberontak.

Insiden berdarah tersebut bermula pada Jumat malam waktu setempat (7/7) saat Presiden Sudan Selatan Salva Kiir dan wakilnya yang merupakan oposisi Riek Macha bertemu di Istana Presiden di Juba.

Mulanya, insiden diawali oleh perselisihan antara pengawal Kiir dan Macha. Perselisihan kemudian meletus menjadi pertempuran senjata setengah jam kemudian. Semula hanya melibatkan senjata laras pendek, namun kemudian meluas dengan melibatkan senapan mesin dan artileri.

Jumlah pasti korban tewas belum bisa dipastikan, namun dimuat AFP, korban tewas setidaknya 150 orang tentara yang merupakan pengawal presiden dan wakilnya.

Kiir dan Machar sendiri menyebut insiden tersebut merupakan kejadian kurang beruntung.

“Membuat Sudan Selatan yang mulia hanya akan terjadi jika kita melihat diri kita terlebih dahulu daripada suku atau politik kelompok Sudan Selatan,” katanya.

Dia menambahkan bahwa semua orang di Sudan Selatan harus “menggunakan keragaman budaya yang kaya kita sebagai sumber persatuan kita”.

Untuk diketahui, Sudan Selatan sendiri merupakan negara baru yang memerdekakan diri dari Sudan sejak tahun 2011 lalu.

Namun pasca memerdekakan diri, Sudan Selatan justru diliputi konflik politik disertai kekerasan, terutama terkait dengan perebutan kekuasaan antara Kiir dan wakilnya yang menjadi oposisi. Bukan hanya itu, Sudan Selatan pun diliputi masalah ekonomi dan kesejahteraan sosial.

Konflik sipil meletus sejak 2013 lalu. Kemudian upaya damai pun dilakukan pada Agustus 2015 dengan kesepakatan. Namun kesepakatan damai tersebut agaknya tidak berjalan mulus sehingga menyebabkan konflik kembali meletus. [mel]

loading...
Click to comment
To Top