STOP dan Sudahi Perdebatan Kematian Husni Kamil, Biarkan Dia Pergi dengan Tenang – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

STOP dan Sudahi Perdebatan Kematian Husni Kamil, Biarkan Dia Pergi dengan Tenang

Husni-Kamil-Manik

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Mantan Ketua Umum Partai Demokrat, Anas Urbaningrum, menyarankan perdebatan terkait kematian mendiang Ketua KPU Pusat itu disudahi.

“Biarkan Husni pergi dengan tenang. Biarkan keluarganya hidup dengan sabar dan tenang pula,” ungkap Anas, lewat akun twitter @anasurbaningrum, beberapa saat lalu.

Menggunakan tagar #sahabatpergi dan tanda *abah dalam tiap butir tweet-nya, dalam rangkaian tweet itu Anas mengaku heran mengapa ada perdebatan politis terkait kematian Husni.

“Yang paling dikenang dan dibahas sampai sekarang adalah terkait dengan pilpres 2014. Ada katanya yang terkait dengan isu sedot data. Saya tidak tahu persis apa maksudnya,” lanjut Anas.

Setahu Anas, penghitungan suara hasil pileg dan pilpres 2014 berdasarkan data manual. Data manual tersebut direkap berjenjang, dari TPS sampai rekap nasional di KPU.

“Karena mekanisme ini yang berjalan, mestinya tidak ada persoalan di KPU. Apalagi KPU Pusat,” tegasnya.

Jadi, menurut dia, kalau ada yang mengaitkan kepergian Husni dan data-data pemilu, ia rasa itu berlebihan.

“Tentu saya tidak tahu secara medis apa penjelasan penyebab kematian Husni yang terkesan mendadak. Jika pengertian kita tentang kematian itu normal, istilah mendadak itu tidak relevan. Kapan mati itu hak prerogatif Tuhan. Tentu saja ada syariatnya mengapa seseorang mati,” kicau Anas.

Jadi ia yakin, berdasar pengalamannya berada di KPU sekian lama, tidak ada data pemilu yang rahasia.

Anas juga yakin penyelenggaraan pemilu 2014 oleh KPU pasti tak sempurna. Tetapi secara obyektif, kekurangannya tidak menutupi keberhasilannya.

“Saya pribadi menyarankan untuk menyudahi debat soal kematian Husni. Hanya saran. Husni adalah Husni. Pergilah menghadap Tuhan dengan tenang dan damai,” pungkas Anas.

Menurut pengakuan admin twitternya, pesan ini disalin dari tulisan tangan Anas yang dititipkan lewat sahabatnya yang bersilaturahmi ke penjara kala Idul Fitri.

Anas sendiri adalah terpidana 14 tahun penjara dalam perkara pidana korupsi dan pencucian uang terkait proyek Hambalang dan proyek APBN lainnya. [ald/Rmol/fajar]

loading...
Click to comment
To Top