Wow, Pesta Pengucapan Syukur Habiskan Rp 141 Miliar – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Daerah

Wow, Pesta Pengucapan Syukur Habiskan Rp 141 Miliar

Bupati Minahasa Selatan Chrtiany Eugenia Paruntu

FAJAR.CO.ID, AMURANG – Fantastis. Miliaran rupiah diprediksi terkuras saat pengucapan syukur di Minahasa Selatan (Minsel), Provinsi Sulawesi Utara (Sulut), Minggu (10/7).

Apalagi, pencairan THR membuat karyawan swasta hingga Aparatur Sipil Negara (ASN) jor-joran. Jika dihitung, dari 80.791 Kepala Keluarga (KK) di Minsel, setengah yang merayakan, atau 40.396 KK, dikalikan Rp 3,5 juta per KK, diperkirakan mencapai Rp 141,3 miliar.

Jumlah ini tak sedikit. Apalagi, Minsel menjadi satu-satunya kabupaten yang merayakan pengucapan syukur. Hampir dipastikan, 167 desa dan 10 kelurahan bakal diserbu sahabat, kenalan, handai taulan dari luar Minsel.

Devi Kodongan, salah satu tokoh masyarakat Minsel tak membantah jika banyak warga  menyambut pengucapan syukur. Kemarau panjang 2015, yang menyebabkan banyak tanaman petani mati, diakuinya cukup berpengaruh.

“Tapi tetap banyak yang merayakan pengucapan syukur. Mungkin karena ini sudah agenda rutin tahunan, dan jadi momen masyarakat menaikkan syukur atas berkat dan penyertaan Tuhan selama ini,” ucapnya seperti dilansir Manado Post (Fajar Group).

Sejumlah masyarakat yang ditemui mengaku hajatan setahun sekali ini untuk mensyukuri berkat-berkat Tuhan bagi masyarakat Minsel. “Ini sudah tradisi dan ajang kumpul keluarga serta kenalan. Mau tidak mau harus ada persiapan,” beber Niva Wowor, ibu rumah tangga asal Lewet, Amurang.

Hal senada diungkapkan Femmy Arikalang. Dirinya mengaku tak khawatir tentang biaya atau pengeluaran tersebut pada perayaan pengucapan syukur.

“Ini kan acara tahunan. Jadi tak ada salahnya jika dirayakan dengan mengundang sanak saudara serta kenalan. Itu juga bisa mempererat tali persaudaraan. Intinya semua yang dilakukan untuk sebagai ucapan syukur kepada Tuhan atas berkat-berkat yang diberikan kepada keluarga kami,” urai IRT asal Ranomea in.

Ia menambahkan, untuk anggarannya mulai dari mempersiapkan makanan khas Minsel yakni dodol, nasi bulu (nasi jaha, red), serta lainnya, sudah sekira Rp 5 juta.

Sementara itu, Bupati Minsel Christiany Eugenia Paruntu didampingi Wakil Bupati Franky Wongkar meminta warga Minsel tidak konsumtif. Masyarakat diimbau memaknai pengucapan syukur dengan bersyukur kepada Tuhan.

“Jangan ada minuman keras  atau mabuk-mabukan. Mari kita maknai tradisi ini dengan ungkapan syukur kepada Tuhan Yesus Kristus,” pinta Wongkar.

Tokoh Agama Pdt Jhon Rompas, Ketua BPMJ GMIM Koinonia Ranomea ini berharap, perayaan pengucapan syukur tidak dirayakan dengan pesta pora, mabuk-mabukan. Atau jadi ajang orang menunjukkan banyaknya uang yang dihabiskan dalam perayaan ini.

“Jangan sampai perayaan pengucapan syukur membuat kita kehilangan makna yang sesungguhnya. Baiklah semua membuat perayaan ini benar-benar sebagai ucapan syukur kepada Tuhan karena berkat yang Dia berikan dalam hidup kita. Karena apalah arti hidup kita tanpa Dia sumber berkat,” tuturnya.

Sekretaris BPMS GMIM Pdt Dr Hendry Runtuwene menegaskan, pengucapan harus senantiasa sesuai Firman Tuhan. “Bagaimana kita dapat mempererat tali persaudaraan antar sesama dengan saling menopang, membantu, dan peduli satu sama lain,” ungkap Runtuwene.

Kiranya pesta pora dan mabuk-mabukan dihindari. Agar tidak terjadi hal buruk. Runtuwene mengharapkan, pengucapan syukur dapat tercipta suasana aman dan tenang. Kepada para pengunjung, agar bisa datang dengan taat lalu lintas dan berhati-hati dalam perjalanan. “Supaya dapat beribadah bersama dengan keluarga dan sahabat,” tandasnya.

Ketua Pucuk Pimpinan KGPM Gbl Fetrisia Alling MTh mengingatkan, jangan sampai karena kesibukan mempersiapkan segala sesuatu untuk para pengunjung, akhirnya lupa bersyukur lewat ibadah jemaat.

“Kiranya pengucapan syukur ini dapat dijalani dengan penuh kesederhanaan. Jangan berlebihan menyediakan berbagai hal, yang justru tidak menjadi berkat bagi keluarga maupun jemaat,” ungkap Alling.

Sementara itu, banyaknya menu makanan yang tersedia pada pengucapan syukur ini, mendapat perhatian ahli kesehatan. Direktur Utama RSUP Prof Kandou dr Maxi Rondonuwu DHSM MARS mengingatkan, pola asupan makanan harus dijaga. Dihindari mengonsumsi makanan tinggi lemak dan kolesterol. Karena banyak kasus yang diterima di IGD rumah sakit, dipicu asupan makanan berlebih.

“Konsumsi air putih yang banyak. Tapi terpenting untuk makan makanan bergizi seimbang,” imbau Rondonuwu, seraya menyarankan, untuk memeriksakan diri ke laboratorium darah supaya kesehatan tetap terkontrol.

Kapolda Sulut Brigjen Pol Wilmar Marpaung mengimbau warga menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat (Kamtibmas), selama pelaksanaan tradisi turun temurun masyarakat Minahasa tersebut. Siapa saja, baik pengunjung maupun warga Minsel.

“Pengucapan syukur itu kan ibadah. Jadi lebih baik dan sudah seharusnya kita melaksanakan dengan baik dan aman,” kata Marpaung.

Ia pun memerintahkan jajaran Polres Minsel, terlebih Satuan Lalu Lintas (Satlantas) untuk mencari jalan keluar guna meminimalisir kemacetan, yang diprediksi seperti tahun-tahun sebelumnya, bakal kembali terulang di tahun ini.

“Kerahkan kemampuan personel. Layani masyarakat dengan santun dan ramah karena mereka ke sana untuk silahturahmi bersama keluarga di kampung halaman,” tuturnya.

Jenderal bintang satu ini menegaskan, jika ada warga yang berusaha mengganggu jalannya pengucapan syukur bakal ditindak tegas. “Siapa saja. Yang miras, mabuk-mabukan yang berpotensi terjadi kejahatan pasti kita tindak,” pungkas Marpaung.

Senada Kapolres Minsel AKBP Arya Perdana SIK SH MSi. Dia  meminta warga di momen pengucapan syukur, dirayakan sederhana. Pun, ia berharap agar perayaan pengucapan syukur dijauhi dari pesta minuman keras.

“Alangkah baiknya jika pengucapan syukur tahun 2016 ini dirayakan dengan kesederhanaan. Kami dari kepolisian juga mengimbau masyarakat menjauhi pesta miras. Karena, akan berdampak buruk bagi keamanan perayaan pengucapan syukur, dan menimbulkan hal-hal yang tak diinginkan,” pintanya.

Di samping itu, ia berharap warga masyarakat di Kabupaten Minsel, khususnya yang merayakan, bersama menjaga keamanan dan ketertiban di lingkungan sekitar. “Jagalah keamanan tempat tinggal. Ini demi lancarnya perayaan momen bahagianya bagi warga Minsel,” kuncinya. (JPG/Tim MP/gel)

loading...
Click to comment
To Top