Ahok Maju Lewat Jalur Parpol, Adian: TemanAhok Harus Muka Tembok – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Pilkada

Ahok Maju Lewat Jalur Parpol, Adian: TemanAhok Harus Muka Tembok

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok belum memastikan apakah memilih jalur partai atau jalur independen pada Pilgub 2017 nanti.

Politikus PDIP Adian Napitupulu mengatakan, saat ini Ahok telah didukung oleh Teman Ahok dan beberapa partai untuk diusung melalui jalur perseorangan. Namun, mantan Bupati Belitung Timur itu bisa saja berpaling dan ikut jalur partai politik.

Setidaknya, kata dia, ada satu modal yang harus dimiliki Teman Ahok dan ada empat cara yang harus dipilih oleh mereka ketika Ahok memutuskan memilih jalur parpol.

“Modal yang harus dimiliki Teman Ahok adalah mengubah wajahnya menjadi muka tembok yang tahan malu. Persis seperti muka tembok politisi yang selama ini mereka benci dan caci maki,” ujarnya dalam keterangan tertulis, Selasa (12/7).

Setelah mengubah wajahnya menjadi muka tembok, lanjut dia, Teman Ahok harus memilih satu dari empat cara berikut ini:

  1. Teman Ahok setujui Ahok dari jalur partai tapi Teman Ahok harus rela dicaci-maki, dihina dan dibully para penyumbang dana dan pemberi KTP.
  2. Teman Ahok konsisten tidak setuju Ahok ikut jalur partai dan Teman Ahok memilih jadi golput kemudian meminta sejuta pemilik KTP yang dikumpulkan untuk ikut golput. Dari pilihan ini maka kemenangan Ahok terancam gagal.
  3. Teman Ahok setuju Ahok dari jalur partai tapi Teman Ahok dengan muka tembok harus berani mengakui bahwa KTP yang terverifikasi tidak sampai 500 ribu, dengan demikian syarat independen tidak terpenuhi.
  4. Teman Ahok setuju Ahok dari jalur Partai. Teman Ahok tetap menahan malu tapi Heru sang calon wakil yang harus dimundurkan, sehingga pencalonan independen yang mensyaratkan pasangan calon gubernur dan calon wakil gubernur tidak bisa dilakukan.

Lebih jauh mantan Aktivis ’98 itu menyebutkan, dari pilihan-pilihan tersebut, yang pasti menjadi korban adalah rakyat karena sudah mempercayakan KTP mereka kepada Teman Ahok. “Yang pasti menjadi korban adalah demokrasi yang konon diperjuangkan oleh Teman Ahok,” tandas dia. (uya/JPG)

Click to comment
To Top