Please! Tragedi Brexit Jangan Jadikan Mainan di DPR – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Please! Tragedi Brexit Jangan Jadikan Mainan di DPR

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Direktur Lingkar Madani (Lima), Ray Rangkuti menilai, pembentu­kan Panja atau Pansus tentang tragedi Brexit tak akan menyele­saikan masalah. Bagi Ray, upaya yang dilancarkan para politisi di Senayan itu hanya sebatas manuver politik alias mencari panggung.

“Sejauh ini, apa ada Pansus atau Panja yang memberikan pe­rubahan mendasar? Jika tragedi Brexit menggunakan metode penyelesaian seperti itu, saya yakin tak akan ada perbaikan menyeluruh,” kata Ray dilansir Kantor Berita Politik, Rmol.co (JawaPos Grup/fajar)

Selama ini, DPR memang kerap membentuk Panja atau Pansus. Dua Pansus yang cu­kup fenomenal adalah Pansus Century dan Pansus Pelindo II. Namun, dua Pansus itu tidak pernah menyelesaikan dua ka­sus itu. Yang ada, Pansus hanya jadi panggung para Dewan yang ingin tampil di media.

Meski begitu, Ray tak mau buru-buru memvonis pembentu­kan pansus tak ada manfaatnya. Menurutnya, melalui meka­nisme tersebut, publik dapat mengetahui secara gamblang tentang akar persoalan dari tra­gedi tersebut.

“Sejauh ini, pemerintah terkesan saling lempar tanggung jawab. Melalui mekanisme itu, kita bisa mengetahui tentang siapa yang paling bertanggung jawab dan apa penyebabnya. Namun, kita tidak bisa ber­harap, kalau mekanisme itu menyelesaikan persoalan,”Tambah Ray. 

Diketahui sebelumnya, Rencana pembentukan Panja atau Pansus atas tragedi Brexit disampaikan Wakil Ketua Komisi V DPR, Yudi Widiana Adia.

Politisi PKS ini beralasan, pembentukan Panja atau Pansus diperlukan oleh Dewan untuk mengin­vestigasi tragedi Brexit yang menimbulkan belasan korban jiwa. Melalui langkah politik itu, DPR menuntut kemente­rian dan lembaga terkait ber­tanggung jawab atas tragedi tersebut.

“Melalui Panja atau Pansus, kami bisa memanggil semua pihak terkait. Sikap fraksi kami sudah selesai, karena Ketua Fraksi PKS sudah menyata­kan persetujuannya atas pembentukan Panja atau Pansus,” ujar Yudi kepada Kantor Berita Polikit Rmol.co.

Selain menelusuri trage­di Brexit, sambung dia, mekanisme Panja atau Pansus juga bisa menjadi sarana evaluasi dan perbaikan. Sebab, sebelum kegiatan mudik berlangsung, pemerintah sudah memapar­kan visi yang cukup bagus terkait pelayanan mudik, dan zero accident dalam mengatasi kemacetan.

“Ternyata itu hanya omongan saja. Buktinya, tidak ada road map atau dokumen yang diberi­kan ke DPR. Pemerintah harus membuat cetak biru soal zero accident dan mengatasi kemacetan agar ada target-target yang harus dicapai. Persoalan mudik ini jangan dijadikan rutintas pertahun saja tetapi tidak dibenahi persoalan-persoalan yang ada,” imbuhnya.

Anggota Komisi V DPR, Nizar Zahro menyampaikan hal serupa. Politisi Hanura ini beralasan, pembentukan Panja atau Pansus itu sesuai Peraturan Tata Tertib DPR Nomor 1 Tahun 2014 Pasal 68. Sebab, kemacetan yang terjadi pada arus mudik di Tol Brebes Timur lebih buruk ketimbang tahun 2015 lalu.

“Saya akan usulkan Panja investigasi agar kejadian seperti ini. Apalagi, tragedi di Tol Brebes Timur yang itu menjadi pem­beritaan media internasional,” ujar Nizar di Gedung DPR, kemarin. (Rmol/Fajar)

 
loading...
Click to comment
To Top