Bercanda Bawa Bom, Oknum TNI Diturunkan dari Pesawat – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Bercanda Bawa Bom, Oknum TNI Diturunkan dari Pesawat

FAJAR.CO.ID, BATAM – Bercanda terlalu berlebihan di dalam pesawat, Selasa (12/7) kemarin, seorang oknum TNI berinisial AP diamankan petugas keamanan Bandara Hang Nadim Batam, Kepulauan Riau. Oknum TNI ini juga terpaksa diturunkan dari pesawat Lion Air tujuan Banda Aceh itu karena mengaku membawa bom di dalam tasnya.

Siang itu, sebagian calon penumpang, termasuk AP, mulai masuk ke dalam pesawat (boarding). Saat itu, AP mencoba memasukkan tasnya ke dalam kabin di atas tempat duduknya. Namun karena terlihat kesulitan, seorang pramugari menghampirinya dan menawarkan bantuan.

Tapi tawaran bantuan itu ditolak. “Dia (AP) bilang ke pramugari itu di dalam tasnya ada bom. Jadi dia tak mau dibantu,” kata sumber koran Batam Pos (Fajar Group) di Bandara Hang Nadim, kemarin.

Mendegar jawaban AP itu, sang pramugari panik. Dia langsung melaporkan hal itu ke kru lainnya. Laporan itu kemudian diteruskan ke otoritas bandara Hang Nadim. Tak lama berselang, sejumlah aparat kepolisian dan TNI AU datang ke lokasi dan segera membawa AP keluar dari pesawat untuk dimintai keterangan.

“AP bilang hanya bercanda saja. Tapi walau begitu ini adalah bandara. Hal-hal seperti itu sangat sensitif,” ujar sang sumber tadi.

Karena AP mengaku anggota TNI, pihak bandara langsung menyerahkannya ke Polisi Militer Angkatan Udara (POM-AU). “Tadi ada POM AU, kami serahkan ke sana. Biar diproses di satuannya bila memang anggota. Sebab tadi saat naik pesawat hanya menggunakan baju biasa,” katanya.

Distrik Manager Lion Air Batam, M Zaini Bire, membenarkan peristiwa itu. Namun dia memastikan, hal itu tak mengganggu penerbangan Lion Air tujuan Banda Aceh. “Iya, dia bilang ada bom. Makanya diamankan,” ujar Bire.

Hal yang sama disampaikan Kabag Umum Bandara Internasional Hang Nadim Batam, Suwarso. Menurutnya, Lion Air tetap melanjutkan penerbangannya ke Banda Aceh dengan membawa semua penumpangnya, kecuali AP.

“Hanya dia saja yang tinggal, sedangkan pesawatnya tetap berangkat tadi pukul 12.00,” kata  Suwarso.

Ia mengatakan, sesuai dengan peraturan Menteri Perhubungan, tidak diperbolehkan mengucapkan kata-kata yang membuat resah penumpang. “Apalagi bilang ada bom,” ungkapnya.

Suwarso menuturkan, meski AP hanya becanda soal bom, pihaknya tetap meningkatkan kewaspadaan. Sesaat setelah AP dibawa turun dari pesawat, pihaknya melakukan patroli di kawasan bandara.

Sebelumnya kejadian serupa juga pernah terjadi di Jambi pada Senin (4/4). Dua oknum polisi yang mengaku membawa bom di dalam tasnya itupun langsung diamankan petugas bandara setempat. Gara-gara candaan itu, kedua oknum polisi ini akhirnya diturunkan dari pesawat Lion Air JT 601 tujuan Jakarta. (ska/ray/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top