Bisa Jadi Malaysia Ikut Mainkan Kartu Abu Sayyaf – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Bisa Jadi Malaysia Ikut Mainkan Kartu Abu Sayyaf

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Pengamat politik sekaligus jurubicara Presiden era Gus Dur, Adhie M Massardi, mencurigai Malaysia memainkan kartu Abu Sayyaf untuk mengganggu keamanan Indonesia.

“Ingat, dulu teritori Indonesia pernah dibuat kalang-kabut oleh dua teroris asal Malaysia, Dr Azahari dan Nordin M Top. Kini kita dibuat sibuk oleh ulah Abu Sayyaf,” kata Adhie, Rabu (13/7).

Dikatakan, pemerintah Malaysia tidak boleh berdiam diri, sebab tiga orang Flores yang disandera dan ribuan bahkan jutaan orang Indonesia di Malaysia Timur sejatinya sejak dulu bekerja keras banting tulang demi kemajuan Malaysia. Mereka ikut membuat Kota Kinabalu dan kota-kota lain di Malaysia berkilau cahaya seperti sekarang.

3 WNI asal NTT, Lorens Koten selaku juragan kapal, Emanuel, dan Teodorus Kopong sebagai ABK diculik di perairan kawasan Felda Sahabat, Tungku, Lahad Datu, Sabah, Malaysia.

Ketiganya berada di kapal pukat tunda LD/114/5S milik Chia Tong Lim. Ketiga WNI diculik oleh lima orang bersenjata laras panjang yang berbahasa Sulu.

“Penculik menggunakan perahu panjang mengenakan baju warna hitam dan celana loreng. Diduga berbahasa Sulu, campur Melayu,” kata Konsulat RI di Tawau-Malaysia Muhammad Fatah, Minggu (10/7).

“Kurang jelas mereka bertanya kru yang memiliki dokumen/paspor.”

Penculikan yang teradi Sabtu pukul 24:00 Wita tersebut dilaporkan oleh pemilik kapal Tong Lim pada Minggu dini hari. Saat itu kapal pukat tunda yang sedang mencari ikan ditumpangi 7 pekerja,  terdiri dari 4 WNI dari NTT dan 3 warga Bajau Palauh, FIlipina.

“3 anak buah kapal yang memiliki paspor Indonesia dibawa penculik, sedangkan 4 yang lain, yaitu 1 warga NTT dan 3 ABK asal Palauh dibebaskan karena tidak punya paspor,” imbuh Fatah.

Pemerintah sendiri mulai gregetan dengan ulah Abu Sayyaf yang sengaja memilih orang Indonesia sebagai sandera sementara ABK asal Malaysia dibiarkan bebas.

“Ada apa sebenarnya Abu Sayyaf dengan Indonesia?” kata Panglima TNI Jenderal Gatot Nurmantyo kemarin. [sam/rmol]

To Top