IDAI Sebut Vaksin Palsu Tidak Berbahaya, Tapi… – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kesehatan

IDAI Sebut Vaksin Palsu Tidak Berbahaya, Tapi…

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) memastikan vaksin palsu tidak terlalu berbahaya. Pasalnya, zat natrium clorida (NaCL) yang terdapat dalam vaksin palsu itu dapat diterima oleh tubuh si anak.

‎”Efek jelek, efek samping dari seluruh komponen ini Insya Allah tidak terjadi. Karena biasa diterima di tubuh anak,” ujar Ketua IDAI Aman Bhakti Pulungan saat rapat dengar pendapat (RDP) dengan komisi IX DPR di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (14/8).

Ia menuturkan, angka bayi yang menerima vaksin setiap tahunnya sekitar 5 juta orang. ‎Mereka mendapat vaksin dasar dari pemerintah melalui PT Bio Farma dan tentunya asli.

Data sahih menyebut, hanya 1 persen dari lima juta bayi yang lahir‎ itu tidak menggunakan vaksin yang disediakan pemerintah. Nah, 10 persen dari 1 persen itu (0,01 persen), bisa dikatakan menggunakan vaksin palsu. Meski demikian, Aman meminta angka tersebut tidak disepelekan.

“Jangan lihat angkanya kecil, 0,01 persen. Tetapi, kalau 0,01persen  terhadap jumlah anak yang jutaan, tetap harus dipertimbangkan,” tuturnya.

Sebab, mereka yang disuntikan vaksin‎ palsu, diperkirakan tidak mendapat imunitas atau kekebalan tubuh. “Ini bisa terjadi dan yang seharusnya anak dapat antibodi, ini tidak dapat,” jelasnya.

Nah, ‎IDAI menyarankan agar diambil beberapa sampel anak yang mendapatkan vaksin palsu. Data itu bisa diambil dari RS yang terbukti menerima vaksin tersebut.

Sampel itu pun guna melihat diperlukannya penyuntikan ulang vaksin atau tidak. ‎‎”Periksa antibodinya. Dari sampel yang kita duga, kalau antiobodinya masih ada, semua akan tenang. Masalah hukum, kita serahkan ke bapak-bapak ini (Bareskrim),” pungkas Aman. (dna/JPG)

loading...
Click to comment
To Top