Sengketa Pilkada di MK, Arteria Dahlan: Perlu Dibongkar! Hakimnya, Anggota, Semuanya Main… – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Pilkada

Sengketa Pilkada di MK, Arteria Dahlan: Perlu Dibongkar! Hakimnya, Anggota, Semuanya Main…

Arteria Dahlan

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Komisi II DPR RI menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) dengan Mahkamah Konstitusi (MK), Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Komisi Pemilihan Umum (KPU) dan Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu). RDP kali ini membahas tentang Pilkada di tiga daerah yang sampai saat ini belum juga diputuskan karena harus menjalani putusan MK untuk menggelar PSU untuk yang kedua kalinya.

Ketiga daerah tersebut yakni, Kabupaten Muna, Kabupaten Memberano Raya dan Kota Pematangsiantar. Untuk Muna dan Memberano Raya berdasarkan hasil putusan MK harus kembali menggelar PSU Jilid II dibeberapa TPS yang dianggap MK bermasalah. Sementara untuk Kota Pematangsiantar belum terlaksana Pilkadanya.

Rapat tersebut dipimpin langsung oleh Ketua Komisi II Rambe Kamarul Zaman di ruang rapat Komisi II DPR RI. Namun, dari semua undangan tersebut, tampak tidak hadir perwakilan dari MK dalam hal ini Sekretaris Jenderal (Sekjen) MK. Bahkan, perwakilannya juga tidak hadir dalam rapat tersebut.

Menanggapi ketidakhadiran Sekjen MK, Politikus PDI Perjuangan tampak geram. Pasalnya, tertundanya ketiga daerah tersebut untuk memperoleh kepala daerah definitive tidak terlepas dari tanggungjawab MK selaku lembaga yang menangani masalah Pilkada di Indonesia.

“Tiga pilkada ini tragedi demokrasi. Kejadian ini sangat memalukan. Masa demokrasi bias dikalahkan oleh pemegang kapital, dikalahkan oleh penguasa. Kalau perlu Ketua MK juga dibawa. Jangan berbicara yang namanya integritas dengan saya,” tegas Arteria.

Bahkan dalam kesempatan itu, Arteria menuding MK terlibat banyak kepentingan dalam proses Pilkada, sehingga pilkada di ketiga daerah tersebut gagal dan hingga saat ini belum terlaksana lagi. Kembali ke absennya Sekjen MK, Arteria mengancam ingin membongkar aib MK yang dianggapnya banyak permaianan didalam pengurusan sengketa Pilkada.

“Saya mau buka kejadian apa saja di MK. Untungnya saya masih sayang sama MK. Kalau tidak, mau saya bongkar apa isinya MK. Hakimnya main, anggotanya main, semuanya main. Ini perlu kita bongkar MK biar kapok,” ancamnya. (hrm)

loading...
Click to comment
To Top