SIMAK: Fakta Penting Wanita yang Dibunuh Usai Gituan di Apartemen – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

SIMAK: Fakta Penting Wanita yang Dibunuh Usai Gituan di Apartemen

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Polisi sudah mengamankan pelaku pembunuhan Farah Nikmah Ridhallah yang ditemukan tewas di kolong tol Pantai Indah Kapuk. Polisi pun tak butuh lama untuk menangkap Calvin Soepargo yang diduga menghabisi nyawa Farah dengan kayu di apartemennya akhir pekan lalu.

Farah diketahui diajak kencan semalam oleh Calvin setelah dikenalkan oleh seorang rekan berinisial M di salah satu club malam di kawasan Kota, Jakarta Barat pada Jumat pekan lalu.

Dari perkenalan itulah pertemuan terjadi di apartemen Calvin di Mediterania Ancol hingga mereka berdua akhirnya berhubungan badan dengan bayaran Rp 4 juta.

Tak disangka Calvin gelap mata ketika disebut Farah “keluar cepat” dengan maksud kurang memuaskan. Calvin menghantam Farah dengan kayu hingga tewas.

Menariknya fakta bahwa Farah adalah seorang karyawati di sebuah bank swasta, dan pernyataan keluarga soal Farah yang dikenal baik.

Paman Farah mengungkapkan kaget bukan kepalang dengan kematian Farah usai berkencan. Pasalnya selama ini Farah dikenal sangat bertanggung jawab kepada keluarga dan tidak neko-neko.

“Dia jadi tulang punggung biayain adiknya yang paling kecil sekolah. Karena kakaknya dan adik pertamanya sudah menikah,” kata Paman Farah, Panca.

Usai menyelesaikan pendidikan S1 di salah satu sekolah tinggi ekonomi, Farah langsung diterima kerja di salah satu cabang bank swasta di Tangerang Selatan.

Farah menjadi tulang punggun keluarga sehingga dinilai hanya fokus bekerja untuk membantu keluarganya.

Panca juga menilai Farah bukan seperti anak pada umumnya yang liar dan hidup dengan dunia gemerlap. “Dia baik anaknya,” ujarnya.

Sementara perusahaan tempat di mana Farah bekerja mengungkapkan tidak ada yang aneh dengan Farah. Semua kerja-kerjanya sebagai resepsionis baik dan tidak ada cacat sejak masuk 2014 silam.

“So far baik, dari segi kerjaan semua faktor terpenuhi, sesuai standar yang ditekankan oleh perusahaan. Jadi tidak ada masalah,” ujar Corporate Secretary PT Kelola Karya Bersama Gita Amelia.

Meski demikian Farah memang bekerja bukan sebagai karyawan tetap di bank Bukopin. Ia masuk melalui perusahaan alih daya atau outsourcing untuk ditempatkan sebagai resepsionis.

Perusahaan juga memastikan gaji Farah per bulan sudah sesuai standar UMP Provinsi DKI Jakarta sehingga tidak masuk dalam kapasitas yang kekurangan. (sta/Pjk1/Fjr)

To Top