Waduh! Tunjangan Besar Milik Profesor Sekarang Bisa Dicabut – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ragam

Waduh! Tunjangan Besar Milik Profesor Sekarang Bisa Dicabut

profesor
ilustrasi

FAJAR.CO,ID, JAKARTA – Menjadi seorang akademisi dengan gelar guru besar atau profesor bukan hal yang mudah. Banyak hal yang harus dipenuhi hingga gelar tersebut benar-benar difungsikan sebgai mana mestinya.

Saat ini, Ditjen Sumber Daya Iptek Dikti (SDID) Kementerian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) tengah melakukan evaluasi terhadap kinerja dan produktivitas profesor atau guru besar di Tanah Air.

Evaluasi dilakukan dengan menyebarkan surat edaran ke seluruh perguruan tinggi mengenai pencabutan tunjangan kehormatan bagi profesor-profesor yang “tidur”. Menurut Dirjen SDID, Ali Ghufron Mukti menjelaskan, pelaksanaan evaluasi akan dilaksanakan hingga akhir 2017.

Kalau sampai waktu yang ditentukan terdapat profesor yang tidak produktif, maka tunjangan kehormatannya akan dicabut.

“Sampai akhir 2017 tidak produktif maka akan diberhentikan tunjangan kehormatan. Ukuran produktivitasnya salah satunya melalui publikasi yang dihasilkan, terutama publikasi internasional,” ujar Ghufron di Gedung D Kemristekdikti, Jakarta, Kamis (14/7/2016).

Sesuai PP Nomor 41 Tahun 2009 tentang Tunjangan Profesi Guru dan Dosen, Tunjangan Khusus Guru dan Dosen, serta Tunjangan Kehormatan Profesor, para profesor atau guru besar, tutur Ghufron, sebenarnya cukup membuat publikasi internasional sekali dalam setahun.

“Langkah ini juga bertujuan untuk menghasilkan SDM yang berkualitas dan berdaya saing tinggi,” sebutnya.

Untu diketahui, profesor di Indonesia sendiri selain mendapat gaji pokok juga mendapat tunjangan profesi sebesar satu kali gaji pokok dan tunjangan kehormatan sebesar dua kali gaji pokok.

Kalau profesor tidak produktif, yang diberhentikan hanya tunjangan kehormatan sedangkan baik gelar maupun tunjangan lainnya tetap. (rfa/ril/PS)

loading...
Click to comment
To Top