Dokter Indra Tersangka Vaksin Palsu Ajukan Penangguhan Penahanan – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Dokter Indra Tersangka Vaksin Palsu Ajukan Penangguhan Penahanan

Ilustrasi vaksin

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Dokter Indra Sugiarno ditetapkan sebagai tersangka dan ditahan oleh jajaran Bareskrim Polri atas kasus dugaan vaksin palsu.

Dengan penahanan ini menimbulkan tanda tanya bagi pasien RS Harapan Bunda. Kramat Jati Jakarta Timur. Kenapa sang dokter begitu tega memberikan vaksin palsu pada anak mereka.

Padahal selama ini di kalangan pasien, dr Indra dikenal sebagai sosok yang religius dengan peci hitamnya. Tidak hanya itu, tutur katanya juga tenang, ramah dan penuh wibawa.

Kini pihak keluarga dr Indra dikabarkan mengajukan penangguhan penahanan.

Ketika dikonfirmasi ke Direktur Tindak Pidana Ekonomi Khusus Bareskrim Polri, Brigjen Agung Setya, pihaknya kini tengah mengkaji permohonan tersebut.

“Soal permohonan penangguhan, nanti ada pengkajiannya. Dan kami belum putuskan,” terangnya, Senin (18/7) di Bareskrim Polri.

Agung pun enggan menjawab soal apakah ada unsur kesengajaan dari dr Indra memberikan vaksin palsu pada para korbannya.

“Itu materi penyidikan. Nanti kita buktikan satu per satu dari fakta yang kami temukan‎,” tambahnya.

Sebelumnya Bareskrim Polri membongkar jaringan produsen dan pengejaran vaksin palsu dengan menetapkan 23 tersangka.

Dari 23 tersangka ini, yang ditahan hanya 20 orang. Sementara tiga lainnya tidak ditahan karena alasan kemanusiaan seperti masih di bawah umur, bukan pemeran utama serta memiliki anak kecil.

Meski mereka tidak ditahan, namun proses penyidikan pada ketiganya tetap berlanjut hingga ke meja persidangan.

Ke-23 tersangka ini, saling berbagi peran diantaranya ‎sebagai pembuat vaksin, pengumpul botol vaksin bekas, pembuat label vaksin hingga distributor.

Atas perbuatannya seluruh tersangka dijerat dengan UU Kesehatan, UU Perlindungan Konsumen dan UU Tindak Pidana Pencucian Uang ancaman hukuman di atas ‎10 tahun penjara. (elf/JPG)

loading...
Click to comment
To Top