Uang Suap Sanusi Ternyata untuk Keperluan Pilgub DKI – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Hukum

Uang Suap Sanusi Ternyata untuk Keperluan Pilgub DKI

M Sanusi_

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Anggota DPRD DKI Jakarta, Mohamad Sanusi mengakui menerima uang dari Presiden Direktur Agung Podomoro Land, Ariesman Widjaja.Sanusi mengungkapkan bahwa uang itu akan digunakan untuk keperluan pencalonannya sebagai gubernur dalam pilgub DKI 2017 mendatang.

Sanusi mengatakan, dirinya dan Ariesman merupakan kawan lama sejak 2004 lalu. Karena itu, dalam tiga kali pertemuan awal 2016, dia menyampaikan perihal pencalonannya itu kepada Ariesman dengan harapan mendapatkan bantuan materi.

“Saya merasa punya keyakinan juga (akan dibantu). Karena Pak Ariesman kan sebagai seorang pengusaha. Saya merasa ada celah menyampaikan itu,” kata Sanusi di Pengadilan Tipikor Jakarta, Senin (18/7).

Sanusi menjadi salah satu saksi dalam sidang perkara suap terkait pembahasan Raperda Rencana Tata Ruang Kawasan Strategis Pantai Utara Jakarta (RTRKSP) dengan terdakwa Ariesman Widjaja.

Dia pun tak menampik penyampaiannya kepada Ariesman bersamaan dengan momentum pembahasan raperda tersebut.

Dari beberapa kali pertemuan, Sanusi lantas mengaku pernah bertemu dengan Ariesman dan Sugianto Kusuma alias Aguan di kawasan Harco Mangga Dua, Jakarta. Aguan adalah pendiri Agung Sedayu Group.

Menurut politikus Partai Gerindra itu, dia  juga diantarkan pulang oleh kedua bos perusahaan pengembang properti tersebut. “Saya diantar di lorong Pak Ariesman dan Pak Aguan sambil ngomong, ‘nanti gue bantuin untuk urusan balon’. Tapi maaf majelis, saya lupa yang bicara itu Ariesman atau Aguan,” kata Sanusi.

Tak sampai di situ, Sanusi kembali menyampaikan permintaan bantuan kepada Ariesman di sebuah kafe di Plaza Indonesia, Jakarta. “Dia menyanggupi,” ujarnya.

Sanusi mengaku bahwa total uang yang diterimanya dari Ariesman sebesar Rp 2 miliar. Uang itu diberikan staf Ariesman, Trinanda Prihantoro melalui staf Sanusi, Gerry Prasetya.

Sayangnya, Sanusi dicokok petugas KPK usai menerima uang kedua pada 1 April 2016. ‎

Ketua Majelis Hakim Sumpeno sempat menanyakan mengenai timbal balik pemberian dari Ariesman kepada Sanusi. Sanusi tak membantah itu masih terkait dengan aturan kontribusi tambahan 15 persen dalam draf raperda.

Menurut Sanusi, Ariesman selaku salah satu pengembang reklamasi merasa keberatan dengan aturan tersebut. “Iya, jadi bahasanya bukan minta tolong tapi berkeluh kesah keberatan dengan 15 persen,” kata Sanusi.

Terkait perkara ini, Ariesman didakwa telah memberikan suap sebesar Rp 2 miliar kepada Sanusi dalam beberapa tahap. Suap itu diberikan kepada Sanusi agar mengakomodir Pasal-Pasal sesuai dengan keinginan Ariesman. (put/jpg)

loading...
Click to comment
To Top