NGERI!!! Pengguna Vaksin Palsu Bisa Kena Hepatitis Hingga Kanker Hati – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kesehatan

NGERI!!! Pengguna Vaksin Palsu Bisa Kena Hepatitis Hingga Kanker Hati

FOTO-Ilustrasi-Vaksin-Palsu

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Wakil Ketua Pengurus Besar Perhimpunan Dokter Spesialis Penyakit Dalam Indonesia (PB PAPDI), Ari F Syam menjelaskan, salah satu vaksin yang dipalsu adalah vaksin untuk hepatitis virus A dan B.

“Kita tahu dalam evaluasi pasca imunisasi hepatitis B dokter akan melakukan pemeriksaan titer antibodi untuk mengetahui apakah sudah terbentuk antibodi atau belum,” terang praktisi kesehatan dari Departemen Ilmu Penyakit Dalam FKUI-RSCM itu.

Dijelaskan, vaksin yang masih dapat diberikan saat dewasa adalah vaksin virus hepatitis B. Jelas orang yang melakukan vaksinasi hepatitis B tersebut ingin terbebas dari penyakit virus hepatitis B yang saat ini angkanya masih cukup tinggi di masyarakat kita. Diperkirakan ada 2,9 juta penduduk Indonesia yang terinfeksi oleh virus hepatitis.

Bagaimana kalau seseorang yang dirinya sudah divaksinasi hepatitis B dan merasa dirinya sudah kebal? Tentu pasien tersebut sudah percaya diri dan yakin dirinya aman dan tidak mudah terinfeksi oleh virus hepatitis B.

“Tetapi ternyata tidak, karena sebenarnya tidak ada kekebalan sama sekali dalam tubuhnya terhadap infeksi virus hepatitis B karena menggunakan vaksin palsu. Sehingga apa yang terjadi kemudian mereka bisa saja tertular virus hepatitis B,” terangnya.

Berbeda dengan infeksi virus A yang umumnya berlangsung akut yaitu pasien mengalami demam tinggi mendadak, mata kuning, BAK seperti air teh dan badan lemas. Pasien dengan hepatitis B kronis biasanya tidak mengalami gejala akut.

“Pasien tidak menyadari bahwa dalam dirinya terdapat infeksi hepatitis B. Perlahan tapi pasti pasien yang sudah terkena infeksi virus hepatitis mengalami kerusakan pada hatinya sampai terjadi penciutan hati,” bebernya.

Perjalanan dari mulai terinfeksi virus sampai siosis hati bisa berlangsung selama 5 tahun. Kondisi liver yang sudah mengalami sirosis dengan jumlah virus dalam tubuh yang masih tinggi akan menyebabkan sebagian liver akan berubah menjadi ganas dan terjadi kanker hati.

Hakekatnya infeksi virus hepatitis dengan perjalanan waktu dapat menyebabkan kanker hati. Vaksinasi akan menyebabkan seseorang terhindar dari infeksi virus hepatitis B dan terhindar dari kanker hati.

“Akibat menggunakan vaksin palsu, seseorang yang merasa dirinya sudah terlindungi akan mengalami infeksi hepatitis dan yang dapat berakhir pada kanker hati,” terang dokter yang dekat dengan kalangan jurnalis ini.

“Dengan keterangan seperti ini rasanya, sekali lagi, dengan akal sehat tidak mungkin dokter atau RS memberikan dengan sengaja vaksin palsu kepada pasien-pasiennya,” kata dia. (sam/jpnn/PS)

loading...
Click to comment
To Top