Software Ini Dapat Deteksi Dukungan Ganda Pada Calon Independen – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Pilkada

Software Ini Dapat Deteksi Dukungan Ganda Pada Calon Independen

pilkada

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Hingga saat ini kandidat yang menyatakan diri maju lewat jalur independen atau perseorangan baru Basuki Tjahaja Purnama yang berpasangan dengan Heru Budi Hartono. Pasangan ini telah mengumpulkan fotokopi KTP dari warga DKI Jakarta sebagai syarat untuk mendapatkan dukungan. Pengumpulannya dilakukan oleh relawan Teman Ahok.

Namanya pengumpulan fotokopi KTP, belum tentu jumlahnya benar-benar valid. Apalagi ada cara kerja dari oknum relawan Teman Ahok yang nakal dengan menghitung satu KTP tapi dianggap dua dukungan atau lebih.

Cara kerja seperti itu akan dapat diatasi oleh Komisi Pemilihan Umum (KPU) DKI Jakarta dengan memverifikasi lewat software yang mereka miliki.

Software itu bernama sistem informasi pencalonan. Software ini akan meneliti potensi dukungan ganda untuk pasangan calon perseorangan pada Pemilihan Gubernur (Pilgub) DKI 2017.

“Dalam sistem informasi pencalonan, kami punya software yang bisa mendeteksi data yang ganda,” ujar Ketua Kelompok Kerja Pencalonan KPU DKI Jakarta Dahlia Umar dilansirIndopos (Fajar Group), Selasa (19/7).

Dahlia mengatakan, software sistem informasi pencalonan itu sudah diuji dan secara valid dapat mendeteksi jika ada data dukungan yang ganda untuk calon perseorangan.

“Kami tidak mungkin menggunakan mata telanjang untuk meneliti sekian nama. Kami mengandalkan teknologi yang sudah diuji oleh KPU RI, baru-baru ini,” kata dia.

Ia memaparkan, potensi dukungan ganda bisa terjadi dalam dua kondisi.

Pertama, adanya dukungan ganda untuk satu pasangan calon perseorangan. KPU DKI akan langsung mencoret dukungan ganda tersebut dan hanya menghitungnya sebagai satu dukungan.

“Jika kami menemukan dukungan seperti itu dalam satu calon, maka kami coret menjadi hanya satu saja,” ujarnya.

Namun, jika data dukungan ganda tersebut terdapat pada pasangan calon perseorangan yang berbeda, KPU DKI tidak akan langsung mencoretnya. “Dari dua pasangan calon ada dua nama, KTP-nya sama, alamatnya sama, maka itu tidak kami coret pada saat verifikasi administrasi, tetapi kami catat,” paparnya. (wok/iil/JPG)

loading...
Click to comment
To Top