Catet! Ahok: Saya Punya Sejuta KTP, Kira-kira Parpol Mau Ikut Rakyat Ngga – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Jabodetabek

Catet! Ahok: Saya Punya Sejuta KTP, Kira-kira Parpol Mau Ikut Rakyat Ngga

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Bakal calon gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahja Purnama alias Ahok menuturkan, dirinya tidak terpengaruh oleh rayuan partai politik (Parpol) saat maju mencalonkan diri menjadi gubernur DKI Jakarta. Terlebih lagi, Ahok mengatakan dirinya sudah terkenal dan tidak bisa dipengaruhi oleh Parpol mana pun.

“Nggak ada risiko politik, nggak ada hitung-hitungan. Ini soal harga-menghargai saja. Saya sudah terkenal, tidak bisa dipengaruhi parpol mana pun,” ujar Ahok di Balaikota Jakarta, kemarin.

Dia mencontohkan saat menja­bat Sekjen Partai Indonesia Baru (PIB) saat masih di Belitung Timur. Ahok menyampaikan, begitu dirinya merasa tak cocok dengan beberapa kader, dia langsung memutuskan meninggalkan partai itu.

Hal itu pun terulang ketika dirinya tidak sepaham dengan misi politik Partai Gerindra. Ketika Ahok masih menjabat Wakil Gubernur DKI Jakarta, dia memutuskan memulangkan kartu keanggotaan partai besutan Prabowo Subianto itu.

“Jadi, saya nggak pernah takluk sama parpol mana pun. Saya hanya takluk pada kepentingan rakyat. Selama parpol sudah tidak mengikuti kepentingan rakyat ya sudah nggak ketemu saya, bubaran aja,” ungkapnya.

Dengan begitu Ahok menilai, keputusannya maju pilkada lewat jalur indpenden akan menseleksi secara alami mana partai yang membela kepentingan rakyat dan tidak.

“Saya ada sejuta (KTP) nih, nah kira-kira kamu parpol mau ikut rakyat atau tidak? Kalau kamu mau ikut rakyat ya dukung dong, kan ternyata ada tiga parpol yang mendukung tanpa syarat nih. Sudah oke nih tiga partai tanpa syarat,” terang Ahok.

Ketiga partai itu adalah NasDem, Hanura, dan Golkar. Dari ketiga partai tersebut setidaknya Ahok mendapatkan dukungan dari 24 kursi di DPRD DKI.

Sementara, Ketua DPP PDI Perjuangan Bidang Organisasi dan Pengkaderan Djarot Saiful Hidayat memastikan partainya bisa mengusung calon sendiri, tanpa terpengaruh apalagi me­lirik calon independen. Dia mengingatkan, bagaimana pun juga PDIP merupakan partai mayoritas dengan kursi terban­yak di DPRD DKI.

“Kita kan punya hitungan sendiri. Ingat bahwa kita PDIP yang bisa mengusun calon send­iri,” ujar Djarot di Balai Kota Jakarta, kemarin.

Kendati demikian, PDIP pun tetap membuka peluang penjajakan dengan partai lain guna membuka pintu koalisi di Pilkada DKI. Dengan begitu, dipastikan Djarot, PDIP dapat leluasa tanpa pengaruh dari siapapun untuk me­nentukan dan mengusung calon berkualitas di Pilkada DKI.

“Kita juga bisa membangun mendapat dukungan dari partai-partai lain. Jadi artinya kita lebih leluasa,” terang Wakil Gubernur DKI itu.

Sebelumnya calon petahana Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) meya­kini PDI Perjuangan masih ber­peluang mendukungnya, tidak seperti yang dinyatakan banyak kader PDI P lain.

Padahal, diketahui PDI P merupakan salah satu dari tu­juh partai yang telah menyata­kan pantang mendukung calon perseorangan di Pilkada DKI.

“Ini kan juga kata orang, bu­kan kata Bu Mega loh. Karena kan PDIP ada hak prerogatif Bu Mega,” ujarnya.

Sejauh ini pun, sambung Ahok, dari komunikasi yang dilakukan dengan dirinya, Megawati tak pernah menyatakan tidak akan mendukung lantaran hanya keputusannya maju lewat jalur independen.

“Bu Mega sih bilangnya Belanda masih jauh, tenang-tenang,” katan­ya mencontohkan perbincangan dengan Mega. ***

Click to comment
To Top