DPR Sarankan RS Jujur dan Terbuka Biar Tak Runyam – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

DPR Sarankan RS Jujur dan Terbuka Biar Tak Runyam

141416_278048_ahmad_zainuddin

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-Anggota Komisi IX DPR, Ahmad Zainuddin menyarankan, agar pihak rumah sakit (RS) terbuka dan jujur kepada orang tua korban vaksin palsu, agar masalah tersebut tidak tambah runyam.

“Biar tidak makin runyam, sementara aparat penegak hukum menjalankan tugas dan fungsinya, pihak rumah sakit terbuka saja, jujur dan siap bekerja sama dengan keluarga korban. Jangan menutup diri apalagi merekayasa informasi,” kata Ahmad Zainuddin dalam rilisnya, pagi ini (Rabu, 20/7).

Sebab menurut Zainuddin, pelaku pengguna dan pengedar vaksin palsu hanyalah oknum dari rumah sakit atau faskes. Dia tidak meyakini ada kebijakan institusional rumah sakit atau faskes yang boleh menggunakan vaksin palsu.

“Karena dokter ada kode etiknya. Jadi baik pihak rumah sakit maupun anak adalah sama-sama korban dari oknum yang mengatasnamakan institusi legal medis. Jadi saling terbuka dan bekerjasama saja,” cetus legislator daerah pemilihan Jakarta ini.

Ia pun mengapresiasi beberapa rumah sakit atau faskes yang bersedia melakukan vaksin ulang. Kebijakan itu menurutnya, sebagai tanggung jawab moral untuk menumbuhkan saling percaya antara pihak rumah sakit dan masyarakat. Karena terungkapnya kasus vaksin ulang, lanjut Zainuddin, telah mengganggu kepercayaan publik.

“Pemerintah harus memaksa, mendorong rumah sakit yang 14 itu juga faskes untuk bisa bekerjasama dengan masyarakat,” desaknya.

Selain itu, dia mendorong pemerintah untuk tidak berhenti pada 14 rumah sakit dan faskes yang telah ditetapkan beberapa waktu lalu. Pasalnya, penyebaran vaksin palsu sudah meluas dan lama sejak 2003. Zainuddin juga mendukung dibentuknya crisis center vaksin palsu.

Sejumlah perwakilan orang tua bayi korban vaksin palsu mengadu ke DPR, Selasa (19/7). Salah satu yang diadukan adalah tanggung jawab dari pihak RS yang dinilai lamban, salah satunya Rumah Sakit Harapan Bunda di wilayah Jakarta Timur.[wid]

loading...
Click to comment
To Top