Dua Petinggi MIT Ini Dipastikan Gantikan Santoso – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Nasional

Dua Petinggi MIT Ini Dipastikan Gantikan Santoso

125445_193475_Boy_Rafly_Amar_jpnn

FAJAR.CO.ID, JAKARTA-  Polri khawatir muncul pemimpin baru kelompok teror Mujahidin Indonesia Timur (MIT) setelah Santoso tewas dalam kontak tembak Senin lalu (18/7) di Poso.

Kadivhumas Mabes Polri Irjen Boy Rafli Amar menuturkan bahwa ada beberapa nama yang berpotensi menggantikan Santoso. Yakni, Basri dan Ali Kalora.

Keduanya selama ini termasuk memiliki posisi yang kuat di kelompok tersebut. ”Kami tidak ingin ada Santoso baru,” paparnya, kemarin.

Karenanya, perlu kepedulian setiap orang untuk mencegah menjangkitnya paham terorisme di Indonesia. Setiap orang, baik ulama dan orang tua perlu untuk saling menasehati agar paham terorisme tidak berkembang di keluarga dan masyarakat.

Perbaikan semua bidang, dari pendidikan hingga perekonomian juga akan sangat efektif mencegah berkembangan paham radikal dan munculnya sosok seperti Santoso. Dengan begitu, masyarakat Indonesia tidak akan mudah tergiur dengan paham-paham asing tersebut. ”Padahal, semua yang dilakukan atas nama agama itu dibelokkan arahnya,” tegasnya.

Boy juga memastikan jika operasi Tinombala akan tetap berlanjut sesuai dengan rencana awal, yakni hingga Agustus. Menurutnya, kepolisian sudah berkomitmen untuk menumpas habis kelompok tersebut.

Jika dihentikan, dia khawatir sisa-sisa kelompok tersebut akan kembali membangkitkan masa lainnya. “Wilayah ini jangan sampai menjadi basis latihan lagi,” terangnya.

Secara kemampuan, Boy meyakini jika anak buah Santoso memiliki skill yang memadai. Bahkan, mantan Kapolda Banten itu menyebut kemampuannya relatif sama dengan Santoso. Pasalnya, mereka merupakan orang-orang yang terlatih.

Kendati begitu, Boy Rafli Amar tidak ragu bahwa terbunuhnya Santoso akan memberikan goncangan yang besar bagi anak buahnya yang tersisa. Meski demikian, hal itu belum tentu menurunkan kualitasnya dari kelompok tersebut.

“Kuantitas berkurang betul, tapi kualitas belum tentu,” ujarnya dalam Konferensi Pers di Humas Mabes Polri, Jakarta kemarin.

Sebab, lanjutnya, kelompok Santoso memiliki doktrin yang cukup kuat di jajarannya. “Bagi mereka, mati itu bukan hal yang ditakutkan,” imbuhnya

Selain itu, dia juga mengantisipasi adanya potensi serangan balasan. Baik dari kelompok Santoso, maupun dari kelompok-kelompok yang satu ideologi dengan Santoso di Indonesia. “Semua daerah kita monitor potensi-potensinya,” ujarnya. (idr/far/byu)

loading...
Click to comment
To Top