Kantor Disegel, Pak Camat Diculik dan Jalan Kaki 1,5 Km – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Daerah

Kantor Disegel, Pak Camat Diculik dan Jalan Kaki 1,5 Km

IMG-20160320-WA0091

FAJAR.CO.ID, BOGOR– Amarah warga Kecamatan Rumpin, Bogor, Jawa Barat, benar-benar sudah tidak tertahan lagi. Kesal karena jalan rusak tak kunjung diperbaiki, mereka nekat menggeruduk kantor kecamatan dan ‘menculik’ Camat Zulkifli, Senin (18/7).

Massa  yang didominasi oleh pemuda dan mahasiswa itu melakukan aksi sekitar pukul 10.00 WIB. Mereka bermaksud menagih janji camat yang katanya akan melakukan perbaikan jalan tahun ini.

“Terakhir bulan April 2015 camat berjanji tahun 2016 jalanan Rumpin akan mulus tapi sampai sekarang belum ada perubahan sedikitpun,” ujar Amin kepada Radar Bogor di lokasi.

Demonstrasi yang awalnya berjalan tenang itu memanas ketika camat tidak kunjung datang menemui massa. Alhasil, massa melempari kantor kecamatan. Tak puas, massa juga membakar foto camat dan menyegel kantor. Masa juga memblokir seluruh akses jalan masuk Rumpin.

Sekitar pukul 12.00 WIB, Camat Zulkifli akhirnya tiba ditemani pegawai dan aparat polisi. Di hadapan warga, Zulkifli meminta maaf atas keterlambatannya dan mengucapkan terima kasih karena adanya aksi protes dari warga.

“Demi Allah saya tahu kalau semua yang hadir disini adalah tanggung jawab saya dan dengan kehadiran teman-teman semua disini,merupakan tanggung jawab saya untuk menindaklanjuti,” ucapnya.

Zulkifli mengaku sedang mengusahakan agar jalan diperbaiki tahun ini. Sayangnya, penjelasan camat tersebut justru mendapat respon negatif dari pendemo.

Warga pun berinisiatif, mengarak camat keliling Rumpin untuk melihat serta merasakan jalanan yang rusak. Menggunakan mobil bak terbuka yang dibawa para demonstran, camat awalnya dibawa menuju Simpang Jalan Desa Rumpin sebagai titik awal jalan rusak.

Sesampainya di simpang jalan, warga memaksa camat berjalan kaki guna benar-benar merasakan langsung jalan rusak yang berlubang dan becek. Dalam perjalanan yang melewati dua wilayah desa yaitu Desa Cipinang dan Desa Sukasari tampak jumlah warga semakin bertambah banyak. Para demonstran terus memaksa camat berjalan kaki hingga 1,5 lilometer.

Hal itupun mengundang perhatian warga yang rumahnya dilintasi rombongan para pendemo yang membawa camat.“Ya bener biar pejabat tahu kondisi rusaknya jalan di Rumpin,” teriak seorang ibu, warga sekitar yang menyaksikan rombongan saat melintasi rumahnya.

Di tengah perjalanan, para pendemo juga sempat membakar ban bekas di tengah jalan dan melempari batu sekaligus merobohkan pos tim perawatan jalan (TPJ) yang berada di Kampung Peusar Desa, Sukamulya Kecamatan Rumpin.

Setelah menempuh perjalanan sepanjang kurang lebih 8 kilometer, rombongan camat dan para demonstran akhirnya sampai dan berkumpul di Kantor Desa Sukamulya guna melakukan dialog lanjutan. Dalam kesempatan itu, Camat Rumpin Zulkifli sekali lagi menjelaskan kepada warga  bahwa dirinya hanya menyampaikan aspirasi dan bukan berjanji untuk memperbaiki jalan pada tahun 2016.

“Sekali lagi kewenangan camat itu terbatas. Tapi saya siap mengawal dan mendampingi aspirasi masyarakat Rumpin untuk menyampaikan usulan perbaikan jalan kepada Pemkab Bogor,” tegas Zulkifli.

Setelah mendengar penjelasan rinci dari camat pendemo, berangsur-angsur meninggalkan lokasi. Masyarakat berharap yang disampaikan Camat Rumpin kali ini mampu mengawal dan memperjuangkan perbaikan jalan benar-benar bisa direalisasikan.  “Kami cuma minta jalan Rumpin diperbaiki. Rumpin itu kaya raya, wajar jika kami minta diperhatikan soal perbaikan jalan disini.“ tandas salah satu peserta demo.(rp1/d/dil/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top