Muda, Pintar, Cantik Pula Bu Kades di Temanggung – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Daerah

Muda, Pintar, Cantik Pula Bu Kades di Temanggung

003901_939718_Dwi_Ristiani

FAJAR.CO.ID, TEMANGGUNG- Bupati Temanggung Bambang Sukarno pada Senin lalu (18/7) melantik 36 kepala desa (kades) hasil pemilihan serentak pada 26 Mei 2016 lalu. Dari 36 kades itu ada satu yang menjadi perhatian karena pesonanya. Yakni Kades Donorojo Dwi Ristiyani.

Dwi merupakan satu dari dua perempuan yang dilantik sebagai kades. Muda, cantik dan pintar adalah kesan tentang perempuan muda kelahiran Temanggung, 27 Februari 1989 itu.

Menurut Dwi, dirinya terpanggil untuk membangun desanya yang selama ini seolah tak maju-maju. Di sisi lain, minat warga untuk menjadi kepala desa juga minim.

“Selama ini, pembangunan di desa kami begitu-begitu saja, tidak ada perubahan yang menonjol. Selain itu, minat warga untuk menjadi kades minim. Dari sinilah, saya memberanikan diri untuk tampil,” ucapnya seperti diberitakan Radar Kedu (Jawa Pos Group).

Istri anggota TNI, Sertu Didik Haryanto itu mengatakan, sudah tiga tahun ini Desa Donorojo tidak memiliki kades definitif. Pemerintahan desa pun hanya dipimpin pejabat sementara (Pjs) kades dari Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Temanggung.

“Desa kami tergolong desa terpencil, perbatasan dengan Kecamatan Sukorejo, Kendal dan jauh dari perkotaan. Saya ingin menyejajarkan dengan desa lainnya di Temanggung, menjadi desa yang maju, terkenal dan diperhitungkan,” kata alumnus jurusan geografi di Fakultas Ilmu Sosial (FIS) Universitas Negeri Semarang (Unnes) itu.

Sebelum mencalonkan diri sebagai kades, Dwi berprofesi sebagai guru. Ia adalah pengajar di SMA Mangunkarsa Semarang dan tutor sebuah lembaga bimbingan belajar. Karenanya ia ingin memanfaatkan pengalamannya untuk memajukan Desa Donorojo.

“Pengalaman yang saya miliki selama ini akan kami terapkan untuk membangun kemajaun pendidikan di kampung, apalagi di kampung kami minat masyarakat menempuh pendidikan tergolong rendah. Yang menempuh pendidikan sampai SLTA masih sedikit, apalagi kuliah atau ke jenjang perguruan tinggi, paling tinggi rata-rata sampai SMP,” jelasnya.(san/ton/jpg/ara/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top