Suporter PSMS Boikot Pertandingan Gara-gara Panitia Naikan Harga Tiket – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Bola

Suporter PSMS Boikot Pertandingan Gara-gara Panitia Naikan Harga Tiket

FAJAR.CO.ID, MEDAN – Tiga kelompok suporter fanatik PSMS, SMeCK Hooligan, PSMS Fans Klub dan Kampak FC memboikot pertandingan klub kesayangannya itu ketika menjamu PS Bangka, Selasa (19/7) keamrin.

Mereka memilih untuk berada di luar stadion hingga laga berakhir. Alasannya, mereka tak terima harga tiket dinaikkan panitia penyelenggara.

“Itu yang kami kecewakan, pernah kami bahas dan sepakati, itu tiket tidak naik harganya. Ini tiba-tiba dihubungi tiket naik. Sebelumnya harga tiket fans itu hanya Rp 10 ribu. Sementara untuk harga tiket VIP dari Rp 50 ribu ke Rp 75 ribu. Ada apa ini?,” kata Ketua Umum SMeCK Hooligan, Lawren Simorangkir seperti dikutip dari Sumut Pos (Jawa Pos Group).

Harga tiket pertandingan PSMS menghadapi PS Bangka dijual Rp20 ribu untuk tribun terbuka, Rp35 ribu untuk tertutup Barat dan Rp 40 ribu untuk tribun tertutup timur (atau tribun yang baru direnovasi), serta Rp15 ribu untuk fans.

Sementara itu pihak panpel kabarnya sudah melakukan negosiasi dengan suporter di luar stadion. Hasilnya panpel menurunkannya menjadi Rp12 ribu. Namun suporter tetap tidak terima.

Tanpa adanya suporter dan sedikitnya penonton di dalam stadion diakui kapten tim, Donny Fernando Siregar turut mempengaruhi motivasi tim di lapangan. “Ya pastinya berpengaruh kan. Tanpa adanya suporter membuat pertandingan menjadi sepi. Tentunya motivasi kami juga turun,” katanya.

Ke depan Donny berharap suporter dapat kembali turun ke lapangan untuk mendukung PSMS. “Perjuangan kami di ISC B ini membutuhkan suporter. Jadi kami harap suporter mendukung lihat saja PSMSnya, jangan lihat siapa di belakangnya. Mudah-mudahan bisa dijembatani agar tidak terjadi lagi hal seperti ini,” beber pemain yang akrab dengan nomor punggung 27 itu.

Sementara pelatih kepala PSMS, Abdul Rahman Gurning juga mengakui tanpa kehadiran suporter turut mempengaruhi tekanan terhadap tim lawan. “Biasanya tim lawan mendapat pressure jika main di kandang kita. Itu dari suporter, jadi mental mereka juga terganggu. Tapi tadi tidak ada hal itu jadi seperti main di tempat netral. Mudah-mudahan hal ini bisa segera diatasi,” bebernya. (don/ray/jpnn)

Click to comment
To Top