Dendam Karena Ibu Kandung Diperkosa, Nurdin Tewas Saat Duel Berdarah – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Dendam Karena Ibu Kandung Diperkosa, Nurdin Tewas Saat Duel Berdarah

1432144634-pisau_ilustrasi

FAJAR.CO.ID, GOWA,  — Duel maut yang diduga bermotif dendam mengegerkan Warga Dusun Bilaya, Desa Panynyangkalang, Kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa, Sulsel.

Peristiwa Berdara itu terjadi di salah satu hajatan pernikahan pada selasa (19/7) lalu, tepat di rumah seorang warga bernama Suleha Daeng Te’ne.

Adalah Nurdin alias Nuru (30), dengan Rusli (25), Keduanya berasal dari kecamatan yang sama, yakni kecamatan Bajeng, Kabupaten Gowa. Masing-masing berprofesi sebagai petani di kecamatan tersebut. 

Nurdin meregang nyawa dalam peristiwa ini. Ia terkena tiga kali tusukan badik di tubuhnya. Sesaat sebelum kejadian, korban datang ke pesta hajatan anak perempuan Suleha. Entah apa penyebabnya, tiba-tiba saja Rusli datang menyerangnya dengan menggunakan badik. Korban akhirnya tersungkur tak berdaya.

Selanjutnya Nurdin dilarikan ke Rumah Sakit Syekh Yusuf untuk mendapatkan pertolongan medis. Namun sayang, nyawanya tak tertolong. Ia mengalami luka tikaman di bagian punggung, di bawah ketiak sebelah kiri dan pergelangan tangan kiri.

Mayat korban kemudian dibawa pihak keluarga ke rumah duka di Majannang. Sementara pihak kepolisian dari Polsek Bajeng melakukan olah Tempat Kejadian Perkara (TKP). Namun, perbuatan nekat Rusli menghabisi nyawa Nurdin mengundang amarah keluarga korban. Pada pukul 22.30 Wita, sedikitnya 150-an orang bergerak dari rumah duka menuju TKP. Mereka menggunakan dua unit truk dan satu mobil pick up, diiiringi 20 unit sepeda motor menuju rumah pelaku yang tak jauh dari lokasi pesta.

Massa yang beringas tak terima pelaku menghabisi nyawa korban begitu saja. Mereka langsung merusak rumah pelaku sesaat tiba di lokasi pukul 22.45 Wita. Massa juga mencari tahu keberadaan pelaku di rumahnya, namun tidak ditemukan.

Hal ini memicu keluarga korban murka, yang akhirnya membakar rumah pelaku. Rumah tersebut sudah dalam keadaan kosong sejak begitu massa tiba. Tak satupun keluarga pelaku ada di rumah tersebut.

Usai meluluhlantakkan rumah pelaku hingga rata dengan tanah, massa bergerak meninggalkan TKP sekira pukul 23.00 Wita. Namun sebelum balik ke desanya, massa mampir ke rumah salah satu keluarga pelaku.

Rumah inipun jadi sasaran amukan massa. Rumah itu dilempari batu. Tapi pemilik rumah melakukan perlawanan. Selanjutnya, massa kembali ke rumah duka. Aparat Polres Gowa yang menerima informasi adanya peristiwa tersebut, langsung bergegas ke lokasi kejadian. Ratusan personel kepolisian dikerahkanuntuk membubarkan aksi massa.

Kapolsek Bajeng, AKP Amin Juraid mengatakan, kasus ini telah diserahkan dan ditangani Polres Gowa. Kerugian materil meliputi rumah semi permanen milik pelaku yang dibakar keluarha korban. Menurut Kapolsek, peristiwa ini diduga dipicu dendam lama.

Paur Humas Polres Gowa, Ipda Isyamsah yang dikonfirmasi, mengatakan kasus ini ditangani polres. ”Pelaku masih dalam pengejaran. Barang bukti berupa badik yang digunakan pelaku saat kejadian, telah diamankan,” jelasnya.

Terpisah, Kabid Humas Polda Sulsel, Kombes Pol Frans Barung Mangera mengaku pihaknya telah menerima informasi adanya peristiwa penikaman yang berakhir dengan pembakaran rumah di Gowa.

”Soal motifnya, diduga karena pelaku dendam terhadap korban. Ia memendam dendam itu selama tujuh tahun. Korban diduga pernah memperkosa ibu pelaku,” jelas Frans Barung. Dilansir Berita Kota Makassar.  (sar/ish/rus/Bkm/Fajar)

loading...
Click to comment