DPR Sebut, Komentar Menteri Hanif Ngawur dan Hanya Cari Pembenaran – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ekonomi & Bisnis

DPR Sebut, Komentar Menteri Hanif Ngawur dan Hanya Cari Pembenaran

tki

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- DPR RI gregetan dengan sikap Menaker Hanif Dhakiri yang terkesan menganggap enteng isu serbuan buruh China. Dewan semakin kesal saat Hanif ‎bilang bahwa tenaga kerja Indonesia (TKI) juga banyak yang bekerja di China. Pernyataan itu dianggap ngawur dan cari pembenaran.

Anggota Komisi IX DPR, Irma Suryani Chaniago berani memastikan bahwa tidak ada TKI yang bekerja di China. Yang ada TKI hanya di Hong Kong dan Makau. “Hong Kong dan Makau itu tidak bisa disebut China. Meski pun kedua negara ini sekarang menjadi koloni China, namun masing-masing negara ini punya pemerintahan sendiri. Saya ingin bilang bahwa TKI kita tidak ada yang di RRC atau Tiongkok,” tegas politisi Nasdem ini, Rabu (20/7).

Pernyataan banyak TKI yang bekerja di China dilontarkan Hanif saat menanggapi isu 10 juta buruh China menyerbu Indonesia. Hanif tidak percaya isu itu dan mengklaim bahwa jumlah tenaga kerja asing di Indonesia justru turun. Dia juga bilang bahwa sesungguhnya TKI yang menyerbu China, karena banyak yang bekerja di Hong Kong dan Makau.

“Dalam rapat kerja dengan Komisi IX, Menaker juga bilang bahwa TKI di China jauh lebih banyak dari tenaga kerja China di Indonesia. Saya kira, pernyataan tersebut salah kaprah dan terkesan mencari pembenaran. Tidak memberi solusi sama sekali,” tegas Irma.

Bagi Irma, menyandingkan Indonesia dengan Hong Kong dan Makau dalam urusan serbuan tenaga kerja juga tidak layak. Sebab, sebagai dua negara dengan ekonomi yang bagus, Hong Kong dan Makau membutuhkan banyak tenaga kerja. Sedangkan di Indonesia, penduduknya saja masih banyak yang butuh pekerjaan.”

Mengenai klaim Hanif bahwa tenaga kerja asing mengalami penurunan, Irma juga ragu. Sebab, fakta di lapangan menunjukkan banyak proyek infrastruktur yang mempekerjakan tenaga kerja asing, khususnya dari China. Parahnya lagi, tenaga kerja itu hanya buruh kasar yang sesungguhnya bisa dikerjakan tenaga kerja Indonesia.

“Informasi yang saya terima dari beberapa teman kok nggak yakin turun. Mungkin yang legal sesuai informasi menaker turun. Tapi, bagaimana dengan yang ilegal,” ucapnya.

Irma curiga, serbuan tenaga kerja China ini lantaran ada dalam syarat investasi China yang dilakukan di Indonesia. Saat memulai proyek, mereka juga membawa tenaga kerja mulai dari posisi managerial sampai buruh kasar. Karena itu, ke depan dia meminta prasyarat itu dihapuskan. [sam/Rmol]

loading...
Click to comment
To Top