Hakim PN Jakut: Hukuman Saipul Jamil 3 Tahun Ngga Ada Suap – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Hukum

Hakim PN Jakut: Hukuman Saipul Jamil 3 Tahun Ngga Ada Suap

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara, Dahlan, menegaskan vonis tiga tahun penjara untuk Saipul Jamil murni hasil musyawarah hakim. Tidak ada rekayasa untuk meringankan putusan bagi terdakwa pencabulan anak di bawah umur itu.

“Nggak ada (suap), nggak ada,” ujar Dahlan usai diperiksa Penyidik Komisi Pemberantasan Korupsi di Gedung KPK, Jakarta Selatan, Jumat (22/7).

Lebih lanjut, Dahlan mengatakan, Majelis Hakim yang menangani perkara Saipul Jamil tidak terlibat dalam kasus dugaan suap penanganan perkara Saipul Jamil yang sedang ditangani oleh KPK.

“Nggak ada, Majelis Hakim pokoknya tidak terlibat,” cetus Dahlan.

Dahlan salah satu dari empat majelis hakim PN Jakut yang diperiksa sebagai saksi terkait kasus dugaan suap penanganan perkara Saipul Jamil di PN Jakut.

Ketiga hakim lain yang juga ikut dimintai keterangan oleh penyidik KPK yakni, Hasoloan Sianturi, Sahlan Efendi, dan Jootje Sampalang. Sementara Ifa Sudewi, selaku majelis hakim yang memimpin sidang perkara Saipul Jamil sebelumnya sudah diperiksa KPK.

Ifa yang kini menjabat Ketua PN Sidoarjo, Jawa Timur itu, mengaku tidak pernah meminta uang dan tidak pernah menjanjikan sesuatu. Ifa juga mengaku tidak mengetahui persoalan panitera yang mendapat uang dari pengacara Saipul, Berthanatalia.

“Vonis yang diputuskan majelis hakim itu sudah hasil kesepakatan berdasarkan fakta-fakta hukum yang terungkap di persidangan, dan vonis itu kita buat dan kesepakatan berdasarkan musyawarah majelis hakim tanggal 13 Juni, jam 5 Sore,” jelas Ifa Rabu (22/6) lalu.

Majelis hakim memvonis Saipul Jamil tiga tahun penjara. Vonis tersebut lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum Kejaksaan Negeri Jakut yang menuntut terdakwa tujuh tahun penjara dan denda Rp 100 juta.

Vonis ringan yang diberikan Majelis Hakim Pengadilan Negeri Jakarta Utara kepada pedangdut Saipul Jamil ternyata merupakan hasil dari upaya suap yang dilakukan kuasa hukumnya.

Hal ini diketahui saat KPK mencokok Berthanatalia Ruruk Kariman yang kedapatan memberikan uang sebesar Rp 250 juta kepada Rohadi selaku Panitera Muda Pengadilan Negeri Jakarta Utara (PN Jakut) di daerah Sunter, Jakarta Utara pada pukul 10.40 WIB.

Pedangdut Saipul Jamil yang menjadi terdakwa dalam kasus percabulan anak, diduga menyuap panitera Pengadilan Negeri Jakarta Utara untuk meringankan vonis hakim.

Wakil Ketua KPK Basaria Pandjaitan membenarkan bahwa suap tersebut terkait pengurusan perkara tindak pidana asusila dengan terdakwa pedangdut Saipul Jamil. Menurut Basaria, suap tersebut diberikan agar hakim memberikan vonis ringan bagi Saipul Jamil.

To Top