Jokowi Diminta Copot Menristekdikti, Karena Ikut Rancang Hancurkan Trisakti – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Jokowi Diminta Copot Menristekdikti, Karena Ikut Rancang Hancurkan Trisakti

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Koordinator Indonesia Bureaucracy and Service Watch (IBSW) Nova, meminta agar Presiden Joko Widodo alias Jokowi, mencopot Menteri Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi (Menristekdikti) Mohamad Nasir pada reshuffle kebinet jilid II ini, pasalnya Menteri Nasir terlibat dalam rencana jahat di Universitas Trisakti (Usakti).

Nova mengatakan, Menteri Nasir sudah mengintervensi dalam persoalan Universitas Trisakti, yang pada akhirnya justru memperkeruh suasana di kampus swasta tertua di Indonesia itu.

“Kami mendengar pembicaraan Menteri Nasir dalam sebuah rapat tertutup dengan Yayasan Trisakti. Di situ terdengar jelas, Menteri ikut merancang skenario mengobok-obok Usakti,” ujar Nova di Jakarta, Jumat (22/7).

Ia menilai Menristekdikti tidak kredibel dan kurang memahami masalah yang terjadi di kampus reformasi ini.

Lembaga Pemantau Birokrasi dan Pelayanan Publik Indonesia ini memandang, campur tangan Menteri Nasir sudah terlalu jauh. Termasuk menempatkan rektor pilihannya tanpa melalui prosedur yang benar. Padahal, kata dia, Menteri Nasir harus menjadi penengah yang baik.

“Sejak Menristekdikti menghadiri pelantikan Rektor versi Yayasan Trisakti, Pangkalan Data Perguruan Tinggi (PDPT), Universitas Trisakti tidak lagi bisa dibuka dan diakses oleh mahasiswa dan civitas akademika,” papar Nova.

Padahal sebelumnya, dalam Rapat Kerja dengan Komisi VII DPR, Menteri Nasir mengaku tidak memblokirnya, tetapi hanya memindahkan user ID-nya saja.

“Jawaban Menteri ini sebuah kebohongan di hadapan forum wakil rakyat dan itu juga telah mendegradasi lembaga tinggi negara,” jelasnya.

Nova menambahkan, kebohongan Menteri Nasir ini bentuk pelecehan serta penghinaan terhadap DPR yang terhormat.

“Karena nyatanya banyak aduan dari mahasiswa yang kami terima tentang PDPT yang tidak bisa di akses, bahkan aduan tentang Hibah Usakti pun diblok oleh Menristekdikti,” tandas Nova.

Sebelumnya, dalam Rapat Kerja Komisi VII DPR RI dengan Menristekdikti di Gedung DPR Senayan Jakarta Kamis (21/7) dengan agenda pembahasan Pagu Indikatif tahun 2017, anggota Komisi VII DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan Nasyirul Falah Amru secara kritis mengajukan pertanyaan kepada Menteri Nasir.

Pertanyaan ini terkait dengan minimnya peran Perguruan Tinggi Swasta dalam menghasilkan kajian serta penelitian ilmiah. Hal ini berbanding terbalik dengan Perguruan Tinggi Negeri/PTN seperti UI dan ITB yang sudah menghasilkan karya lewat research ilmiah.

Hal ini semestinya menjadi perhatian Menristekdikti. Apalagi, pada  2016 ini, Masyarakat Ekonomi Asean (MEA) resmi diberlakukan. Integrasi kawasan ini  mengharuskan keterbukaan terhadap negara-negara di Asean, termasuk di dunia pendidikan.

Untuk itu, penciptaan peran perguruan tinggi yang penuh dengan daya saing, daya cipta dan kreativitas sangat penting.(boy/jpnn)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top