Masalah Anggaran Toilet, Ahok Dibohongi Anak Buahnya – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Jabodetabek

Masalah Anggaran Toilet, Ahok Dibohongi Anak Buahnya

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama dibohongi anak buahnya soal anggaran perbaikan gedung DPRD. Dari tahun 2012 sampai 2014, total anggaran untuk ruang sidang para wakil rakyat itu lebih dari Rp 150 miliar.

“Bukan Rp 50 miliar seperti yang Ahok bilang. Sebaiknya cek lagi data yang dilaporkan anak buahnya itu,” kata Direktur Center For Budget Analysis Uchok Khadafi saat dihubungi, Jumat (22/7).

Dia merinci, tahun 2012 dianggarkan Rp 80 miliar untuk tiga paket kegiatan. Pertama penataan ruangan, lalu perbaikan dinding luar gedung dan pergantian marmer dinding bagian dalam.

Dari dana tersebut, digunakan untuk merenovasi ruang paripurna dengan anggaran Rp 18,5 miliar. Kemudian untuk pemasangan layar digital dianggaran Rp 4,1 miliar dan instalasi listrik senilai 2,4 miliar.

Untuk tahun 2013, lanjut Uchok, kembali digunakan Rp 47 miliar untuk peremajaan ruang rapat komisi, badan, Sekwan dan perbaikan marmer luar gedung. Tahun selanjutnya, lagi-lagi dianggarkan Rp 28 miliar untuk memperbaiki dinding toilet yang dinilai tidak layak pakai.

“Kalau ditotal anggarannya Rp 155 miliar. Jokowi 2014 lalu membangun satu blok rumah susun sewa (rusunawa) di Rawa Bebek setinggi 6 lantai ialah senilai Rp 20 miliar. Itu harusnya cukup untuk membangun 7 rusunawa,” jelasnya.

Kenyataannya, sejak renovasi 2012 lalu kualitas gedung DPRD buruk. Buktinya, toiletnya sudah mulai rusak. Kelihatan juga material yang digunakan murahan.

“Bak airnya saja dari plastik yang harganya ratusan ribu. Dinding-dinding pun sudah retak dan banyak tambalannya,” demikian Uchok. [sam]

loading...
Click to comment
To Top