MIRIS!!! Gaji Pensiun Sisa Rp200 Ribu, Purnawirawan Polri Tinggal di Bekas Kandang Ayam – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Interest

MIRIS!!! Gaji Pensiun Sisa Rp200 Ribu, Purnawirawan Polri Tinggal di Bekas Kandang Ayam

FAJAR.CO.ID, BAUBAU – MIRIS… Mungkin kata itu yang pas diucapkan ketika melihat kondisi Slamet Supu (71). Seorang purnawirawan Polri yang pernah bertugas di Polres Baubau, Sulawesi Tenggara.

Slamet Supu pensiun di tahun 1996 dengan pangkat Kopral pada saat itu. Kehidupan Slamet Supu sangat berbanding terbalik dengan dengan pensiunan yang seangkatan dengan dirinya. Banyak yang sudah memiliki rumah sendiri dan hidup berkecukupan.

Boro-boro membeli rumah, gaji pensiun yang diterima dengan banyak potongan hanya cukup digunakan untuk kebutuhan makan sehari-hari. Apalagi, Slamet Supu harus membiayai dua orang anaknya yang masih duduk di bangku sekolah SD dan SMP. Slamet Supu memiliki sembilan orang anak dari dua istri. Hasil pernikahan dari istri pertama lima orang anak, sedangkan istri kedua memiliki empat orang anak.

Beberapa tahun pasca pensiun, Slamet Supu sempat bekerja sebagai satpam disalah satu toko untuk mencari tambahan biaya hidup. Sementara sang istri hanyalah ibu rumah tangga. Namun, karena sakit yang diderita pada saat itu memaksa Slamet Supu untuk berhenti dari pekerjaannya. 

Meski hidup serba kekurangan, Slamet Supu tidak sedikitpun melupakan tanggungjawabnya sebagai kepala keluarga. Buktinya, ketika dua orang anaknya menikah, Slamet Supu memberanikan diri untuk mengambil cicilan di bank untuk menikahkan anaknya, dengan syarat untuk membayar cicilan harus dipotong melalui uang pensiunnya. Padahal, untuk biaya makan sehari-hari saja Slamet Supu masih kekurangan.

“Itu saya lakukan sebagai rasa tanggungjawab saya sebagai orang tua kepada anak-anak saya,” kata Slamet Supu seperti dilansir rri.co.id.

Gaji pensiun yang diterima setiap bulannya sebesar Rp2 juta. Jika dihitung-hitung setelah dipotong tinggal Rp200 ribu. Dengan uang sebanyak itu, tentunya tidak akan mencukupi biaya hidup makan sehari-hari.

“Setelah dipotong yang diterima tinggal Rp200 ribu. Untuk beli beras persediaan sebulan saja tidak cukup. Kalau untuk lauk tinggal dipetik disekitar sini, tapi biasanya juga ada teman yang datang kasih ikan, beras dan lainnya,” ungkapnya.

Dengan penghasilan seperti itu, Slamet Supu bersama istri dan empat orang anaknya hanya bisa tinggal di gubuk reyot berukuran 4×6 bekas kandang ayam yang terletak di jalan Sipangjonga, Kecamatan Betoambari, Kelurahan Tanganapada, Kota Baubau yang sebelumnya sempat berpindah-pindah tempat tinggal sebanyak 21 kali.

Gubuk bekas kandang ayam itu lalu diperbaiki seadanya menggunakan kayu dan kardus untuk melindung dari panas matahari dan guyuran hujan. Lebih mirisnya lagi, tanah tempat gubuk tersebut dibangun bukan diatas tanah milik pribadi, tetapi milik seorang dermawan yang meminjamkannya secara cuma-cuma karena merasa iba.

“Sudah empat tahun kami diberi izin sama yang punya tanah untuk menempati gubuk ini. Ini dulu bekas kandang ayam. Anak-anak dan istri saya mencari kayu, kardus bekas yang masih bisa dipakai untuk digunakan sebagai bahan memabangun gubuk ini. Walau kadang kami harus basah karena hujan, tapi Alhamdulillah kami syukuri karena setidaknya masih bisa tidur,” jelasnya.

Sudah empat tahun Slamet Supu menempati gubuk tersebut, ada perasaan khawatir bercampur takut. Pemilik tanah beberapa waktu lalu mengkonfirmasikan bahwa tanah tersebut akan digunakan untuk membangun kos-kosan. Jelas, mau tidak mau Slamet Supu, istri dan anak-anaknya harus angkat kaki untuk mencari tempat tinggal ditempat lain.

“Informasinya bulan Agustus mendatang mau dibangun rumah kos-kosan. Makanya kami tidak tau mau tinggal dimana lagi. Jangankan mau sewa kos-kosan, untuk makan saja kami kesulitan,” urainya.

Memang beberapa waktu lalu, pihak Polres Baubau pernah berkunjung ke gubuknya. Dalam kunjungan tersebut, pihak Polres berjanji akan memberikan bantuan. Namun, janji tersebut sampai saat ini belum terwujud. Bahkan, Slamet Supu sempat mempertanyakan langsung ke Polres Baubau.

“Mereka (pihak Polres Baubau, red) sudah pernah datang disini, lihat kondisi keluarga saya. Sudah foto-foto juga. Katanya mereka bilang mau beri bantuan, tapi sampai sekarang baru sebatas janji. Sudah sembilan kali saya datang di Polres tanyakan bantuan itu. Kadang juga saya merasa mal terus-terusan datang di Polres untuk mempertanyakan bantuan itu,” keluhnya.

Slamet Supu bersama keluarga saat ini hanya bisa berharap kepada pihak Polri dan Pemerintah agar bisa memperhatikan nasib para purnawirawan Polri yang telah berjasa kepada Negara dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. (hrm)

loading...
Click to comment
To Top