Nah! Djarot Diperiksa Bareskrim Soal Ini – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Jabodetabek

Nah! Djarot Diperiksa Bareskrim Soal Ini

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Direktorat Tindak Pidana Korupsi Bareskrim Polri terus mengusut soal proses pembelian lahan di Cengkareng yang diduga ada gratifikasi. 

Setelah sempat memeriksa Basuki Tjahaja Purnama selaku Gubernur DKI Jakarta, kali ini giliran Djarot Saiful Hidayat yang diperiksa sebagai saksi.

Dia tiba di Bareskrim sekira pukul 09.00 WIB. Saat ditanyai dia membenarkan pemeriksaan terkait kasus di Cengkareng Barat itu.

“Lahan Cengkareng Barat ya, karena kan (saat pembelian) saya ikut paraf untuk penetapan lokasi mengenai Rusunawa,” katanya di Bareskrim Polri, Jumat (22/7).

Dia menjabarkan, jadi setiap surat yang ditandatangani oleh Gubernur dalam hal ini Ahok akan melalui berbagai macam prosedur yakni turut ditandatangani delapan Satuan Kerja Perangkat Daerah salah satunya adalah dia sebagai wakil gubernur.

“Terutama tentang penetapan lokasi pembangunan rusunawa yang menunjuk pada lahan di Cengkareng Barat,” timpal dia.

Sebelumnya, saksi terakhir yang diperiksa yakni Gubernur DKI Jakarta, Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) pada Kamis (14/7) lalu.

“Hari ini saya ditanya soal lahan di Cengkareng, saya dimintai keterangan. Pertanyaannya macam-macam termasuk identitas, tapi inti pertanyaannya sih ada empat,” ungkap Ahok usai diperiksa di Bareskrim.

Ahok menuturkan ‎selama pemeriksaan tadi pihaknya sudah memberikan keterangan pada penyidik soal proses pembelian lahan di Cengkareng yang diduga ada gratifikasi.

“Status tanah bukan urusan kita. Pokoknya tadi saya kasih keterangan ke polisi bagaimana proses pembelian lahan di Cengkareng yang diduga ada gratifikasi dan segala macam,” terangnya.

Pemeriksaan pada Ahok dan Djarot yakni terkait pengadaan lahan di kawasan jalan Lingkar Luar, Cengkareng dengan luas 4,6 hektare.

Kasus pembelian lahan tersebut menjadi salah satu poin hasil audit BPK dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) penggunaan anggaran Pemprov DKI tahun 2015.

Lahan dibeli Dinas Perumahan dan Gedung Perkantoran senilai Rp 668 miliar dengan harga Rp 14,1 juta per meter kapada seorang warga Bandung bernama Toety Noezlar Soekarni, yang diduga memalsukan dokumen lahan.

Padahal pemilik tanah tersebut adalah Dinas Kelautan, Pertanian dan Ketahanan Pangan (DKPKP) DKI yang notabene sama-sama anak buah Ahok di lapisan Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) DKI Jakarta. (elf/JPG/)

To Top