TEGANG! Legislator Ini Lemparkan Dokumen ke Kepala Wakil Ketua DPRD – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Daerah

TEGANG! Legislator Ini Lemparkan Dokumen ke Kepala Wakil Ketua DPRD

40420_58852_Ilustrasi Rapat DPRD

FAJAR.CO.ID, KUPANG,  – Ruang Kelimutu DPRD Provinsi NTT mendadak tegang, Rabu (20/7). Anggota DPRD dari Fraksi Gerindra, Agus Bria Seran, tiba-tiba marah-marah dan berkata dengan nada tinggi di tengah ruangan yang akan digunakan untuk rapat badan anggaran (Banggar) dan TAPD.

Hal ini berawal ketika Anggota Komisi IV itu meneliti dokumen yang dibagikan oleh Sekretariat DPRD yang berisi pokok-pokok pikiran anggota DPRD NTT untuk diusulkan ke RAPBD NTT 2017.

“Biar saya mau ribut supaya kamu tahu. Saya tidak takut satu pun. Semua anggota DPRD ini punya kedudukan yang sama,” bentak Agus.

Sejumlah anggota DPRD, termasuk Ketua Fraksi Gerindra Herman Banoet yang duduk di samping Agus berusaha menenangkannya. Suasana semakin tegang ketika Ketua TAPD yang juga Sekda NTT Frans Salem sudah masuk ke ruangan dan duduk di kursi pimpinan rapat.

Agus yang masih terlihat emosi tidak menggubris orang-orang di sekitarnya. Sempat keluar ruangan, Anggota Banggar lainnya Muhammad Ansor berusaha menenangkan dia. Belum berhasil, Agus kembali ke ruang rapat sambil terus berceloteh.

Wakil Ketua DPRD Nelson Matara yang sudah duduk di kursi pimpinan untuk memimpin rapat pun harus turun tangan. Bukannya tenang, Nelson malah kena batunya. Dokumen yang berisi pokok pikiran tersebut tiba-tiba melayang di kepala Nelson.

Agus pun keluar menuju ruang Komisi IV. “Saya akan print ulang semua biar kalian tahu,” ujar Agus sembari menuju ruang komisi.

Kepada Timor Express, Agus mengaku kecewa lantaran tidak ada satu pun usulan dan pokok pikirannya dimasukkan di dalam dokumen tersebut. Menurut dia, pokok pikiran yang diusulkan dirinya itu benar-benar faktual dan diperolehnya saat kunjungan kerja dan reses. “Saya ini reses, kumpul masyarakat dan bunuh babi kasi makan orang, kasi uang lagi sampai uang reses habis. Jadi benar-benar reses. Dan hasilnya tidak ada satu pun yang diakomodir,” tandas Agus di ruang Komisi IV.

Belum sempat mendapatkan print usulannya dari staf komisi IV, Agus dihampiri Kabag Humas Setwan Albinus Salem dengan membawa sebuah dokumen. “Dokumen yang tadi itu memang belum lengkap (pokir). Ini yang di tangan Pak Sekda lengkap dan ada juga usulan Pak Agus,” jelas Albinus yang juga didampingi Ketua Komisi IV Angelino da Costa dan anggota Boni Jebarus.

Rapat Banggar dan TAPD pun berlanjut dengan agenda jawaban pemerintah atas usul dan saran dari anggota Banggar. Agus pun tampak tenang mengikuti rapat. Ketua TAPD yang juga Sekda NTT Frans Salem pada kesempatan itu meminta maaf dan berjanji akan memperhatikan apa yang dikeluhkan tersebut. Menurut Fans Salem, dokumen yang diterima Agus Bria memang belum lengkap. Sementara yang sudah lengkap belum diperbanyak.

Sementara itu, sejumlah anggota pun mengaku tidak menemukan namanya di dalam dokumen tersebut. Misalnya Jimmy Sianto, Eldat Nenabu serta Jefry Unbanunaek. (cel/sam)

loading...
Click to comment
To Top