5 Remaja Penistaan Agama Hebohkan Media Sosial, Polisi Tunggu Laporan Resmi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kriminal

5 Remaja Penistaan Agama Hebohkan Media Sosial, Polisi Tunggu Laporan Resmi

FAJAR.CO.ID, BANDARLAMPUNG- Hampir sepekan, media sosial dihebohkan dengan munculnya foto penistaan agama yang dilakukan oleh 5 Remaja. Ke Lima remaja bejat ini diduga berasal dari bandar lampung. 

Foto-foto tersebut beredar luas di media sosial, diunggah oleh akun Firman Abadi Prk. Tanpa Merasa berdosa, para remaja itu  melakukan sholat dengan berbadan telanjang. Tidak sampai disitu, Para remaja ini juga sampai bugil di dalam masjid sambil memegang kotak amal.  Informasi yang didapat, kelima remaja tersebut berasal dari Kota Metro, Banjar Masin. 

Namun setelah dilacak oleh Aparat Polres Metro,  Kepolisian telah memastikan, Kelima orang tersebut bukan merupakan warga Kota Metro. 

“Jadi kami menindaklanjuti informasi yang kita terima dari masyarakat. Sehingga, tadi malam (Kamis malam, Red) yang mempunyai akun Facebook Firman Abadi Prk mendatangi Polres Metro,” kata Kasat Reskrim Polres Metro AKP Yohanis mewakili Kapolres Metro AKBP Rali Muskitta, Jumat (22/7), seperti dilansir dari Radar Lampung (Jawa Pos Group/Fajar)

Setelah pihak Polres mengantongi nama enam remaja asal Sritejo Kencono Kecamatan Punggur, Lampung Tengah, mereka mendatangi rumah masing-masing. Para ABG itu berinisial FA, De, Di, An, Sr, serta Ar.

“Kami mengimbau kepada pihak keluarga untuk datang ke Polres. Tiga sudah datang, tiga lagi katanya nanti. Dari keenamnya, empat di antaranya masih berstatus siswa di SMK di Metro dan Sritejo. Satu lagi mahasiswa,” imbuh Yohanis.

Berdasar keterangan FA, lanjutnya, foto itu diunggah saat mereka di Masjid Sritejo ketika ada bersih-bersih Masjid pada 9 Juni 2016, pukul 02.00 WIB.

“Mereka mengaku mengabadikan momen dengan sebuah kamera. Pemilik kamera memindahkan foto-foto tersebut ke komputer, mungkin waktu pemindahan itu masuk ke akun Facebook-nya. Ini keterangan mereka,” ujarnya.

Terkait kemungkinan akun Facebook tersebut diretas orang tak bertanggungjawab, Yohanis menggeleng.  “Bukan di hack atau dibajak ya. Berdasar keterangannya tidak di hack. Pemindahan foto tadi di warung internet di Metro,” tambahnya.

Untuk tindakan selanjutnya, pihak Polres akan berkoordinasi dengan tokoh agama terkait dengan kegiatan remaja tersebut. Jika ada laporan resmi, baru pihaknya dapat memproses kasus ini karena dengan begitu ada yang dirugikan.

“Jika ada yang melaporkan, tentu kita lihat dulu, apa yang dilaporkan, peristiwanya atau apa. Dari pihak manapun bisa melaporkan, karena ini sudah masuk jejaring sosial. Jika masuk ranah pidana, kita kenakan pasal berlapis, masing-masing perbuatannya akan kita sesuaikan dengan undang-undang yang ada, pastinya pasal yang berkenaan, akan kita cantumkan,” paparnya. . (rur/ade/RL/Fajar)

Click to comment
To Top