Ada 80 Makam Fiktif di Jakarta, Ahok Meradang – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Jabodetabek

Ada 80 Makam Fiktif di Jakarta, Ahok Meradang

Hujan dengan intensitas tinggi yang menguyur Kota Surabaya berdampak pada Taman Pemakaman Umum (TPU) Keputih, Kecamatan Sukolilo. Lantaran aliran air kali Londo meluber ke TPU. Kejadian itu mengakibatkan rencana pemakaman dua jenazah di TPU tersebut batal.

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – 80 makam ini dianggap angker bagi di Jakarta. Pasalnya bila ada kerabat keluarganya ingin dikubur di tempat itu, maka keluarga yang masih hidup harus membayar Rp 10 juta.

Mendapatkan informasi itu, Gubernur DKI Jakarta Basuki Tjahaja Purnama kepanasan karena geram dengan ulah oknum anak buahnya yang melakukan praktik pembuatan makam fiktif di Jakarta. Sampai saat ini pihak Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI terus melacak makam-makam yang difiktifkan tersebut.

Ahok menyebutkan, bentuk makam fiktif itu, di atasnya telah disematkan batu nisan. Jika ada warga yang mau menggali untuk menguburkan keluarga yang meninggal, maka harus membayar Rp 10 juta.

“Kita gali (makam fiktif) terus ini. Cari terus. Jadi ada oknum nakal. Makam-makam yang di depan itu dikasihin nisan kalau ada yang mau bayar Rp 10 juta digali,” ujarnya di kompleks Balai Kota, Sabtu (23/7).

Lebih jauh mantan Bupati Belitung Timur itu mengatakan, Dinas Pertamanan dan Pemakaman pernah melakukan penggalian. Di saat penggalian itu ditemukan 80 makam fiktif di Tempat Pemakaman Umum (TPU) Karet Bivak.

“Waktu dia turun satu hari ada yang dapat 80 di satu TPU. Mungkin sekarang turun ya. Langsung 80 lobang (makam) bohong,” kesalnya.

Lebih lanjut, pria yang karib disapa Ahok itu mengatakan, saat ini Pemprov sulit mengawasi setiap oknum yang berusaha memainkan praktek makam fiktif ini.

Sebab, ia mengakui bahwa anak buahnya di jajaran Dinas Pertamanan dan Pemakaman turut terlibat permainan tersebut.

Karenanya, ia berharap agar Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman yang baru bisa bekerja secara jujur dan tegas terhadap bawahannya.

“Makanya saya cari orang (kepala dinas) nggak usah terlalu pinter deh yang penting rajin berani dan punya hati aja makanya bawahannya nggak berani main,” tuturnya.

Seperti diketahui, pertengahan Juni 2016, Ahok mencopot Ratna Diah Kurniati dari jabatan Kepala Dinas Pertamanan dan Pemakaman DKI Jakarta.

Kemudian Ahok mengangkat mantan Kepala Suku Dinas Kebersihan Jakarta Barat Djafar Muchlisin menggantikan Ratna. Pergantian dilakukan karena persoalan makam fiktif di Jakarta tidak kunjung usai. (uya/JPG)

loading...
Click to comment
To Top