Gila! Perangkat Desa Punya Pabrik Uang Palsu – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Kriminal

Gila! Perangkat Desa Punya Pabrik Uang Palsu

164714_126373_rupiah_50_100

FAJAR.CO.ID, MUNGKID – Tim Bareskrim Polri pada Kamis (21/7) menggerebek tempat pencetakan uang palsu (upal) di Dusun Karangmalang, Desa Candisari, Kecamatan Secang, Kabupaten Magelang. Dari penggerebekan itu, polisi menyita uang palsu siap edar senilai Rp 2 miliar, plus lembaran uang palsu yang belum dipotong senilai Rp 5 miliar.

Sebagaimana diberitakan Radar Kedu (Jawa Pos Group), terungkapnya pabrik upal itu berawal dari tertangkapnya Eko Yulianto di Desa Badran, Kecamatan Kranggan, Kabupaten Temanggung. Hasil pengembangan penyidikan ternyata mengarah pada sebuah rumah milik Herianto (42), perangkat Desa Candisari, Kecamatan Secang.

Ternyata kecurigaan polisi terbukti. Di dalam rumah Herianto itu terdapat sejumlah uang palsu beserta alat pencetaknya.

Terang saja hal itu membuat warga setempat kaget. Sebab, Herianto selama ini dikenal cukup baik dengan warga sekitar.

Kapolres Magelang AKBP Zain Dwi Nugroho mengatakan, pihaknya hanya membantu tim Bareskrim menggerebek rumah Herianto. Namun, Zain menyebut ada tiga orang yang sudah ditangkap dalam kasus itu, yakni Eko Yulianto, Herianto, serta Aris Munandar.

“Ada tiga orang tersangka yang ditangkap. Itu penggerebekan langsung dari Bareskrim, kita hanya membantu saja,” katanya.

Polisi juga mengamankan sejumlah barang bukti. Antara lain alat sablon sebanyak 28 kotak ukuran 30 x 40 sentimeter, mesin fotokopi, sejumlah printer,  tinta, serta satu alat pemotong kertas. Polisi juga menemukan uang palsu yang belum dipotong sebanyak Rp 5 miliar dalam pecahan Rp 50 ribu dan Rp 100 ribu.

Kemudian, uang palsu siap edar dalam pecahan yang sama sebanyak Rp 2 miliar. “Informasinya, tersangka dan barang bukti tadi langsung dibawa ke Mabes Polri setelah dari Polsek Secang,” papar Zain.

Kepala Desa Candisari Setiyadi mengaku kaget dengan penggerebekan yang dilakukan kepolisian di rumah salah satu perangkat desanya. “Saya malah tidak tahu. Tadi kaget pas ditelepon oleh polisi,” katanya.

Ia sempat menyaksikan proses identifikasi dan pengeledahan di rumah Herianto. “Saya benar tidak tahu-menahu soal ini. Malah kaget kok bisa Pak Heri terlibat,” tuturnya.

Sepengetahuan Setiyadi, Heri merupakan sosok yang baik. Dia adalah kepala seksi Pemerintahan Desa Candisari.

“Biasa saja, orangnya baik. Tapi belakangan ini handphone-nya aktif terus. Padahal, biasanya dia jarang bisa dihubungi,” tuturnya.(vie/isk/jpg/ara/jpnn)

loading...
Click to comment
To Top