Polres Baubau: Kami Ingin Berikan Tanah dan Rumah, Tapi Slamet Supu Minta Uang Tunai – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Daerah

Polres Baubau: Kami Ingin Berikan Tanah dan Rumah, Tapi Slamet Supu Minta Uang Tunai

FAJAR.CO.ID, BAUBAU – Pihak Polres Baubau membantah tidak memperhatikan nasib para purnawirawan Polri khususnya yang pernah mengabdi di lingkup Polres Baubau. Reaksi Polres Baubau ini terkait dengan pernyataan Slamet Supu seperti yang diberitakan sebelumnya yang mengaku tidak mendapat perhatian dari Polres Baubau sebagai tempat dirinya mengabdi dulu.

Waka Polres Baubau, Kompol Suparno Agus Candra Kusuma dalam klarifikasinya menjelaskan, sekitar enam bulan yang lalu, pihak Polres Baubau dalam hal ini Waka Polres Baubau yang pada saat itu dijabat oleh Kompol Wiraga Dimas Tama memerintahkan kepada anggotanya untuk menginventarisasi para purnawirawan Polri yang pernah bertugas di Polres Baubau, khususnya yang masih hidup dibawah garis kemiskinan.

“Waka Polres yang salah satu fungsi jabatannya sebagai pembina personil meminta untuk lakukan inventarisasi purnawirawan Polri dengan mengumpulkan info data-data. Nah, saat itulah diperoleh Bapak Slamet Supu salah satu pensiunan Polri yang belum memiliki rumah dan tanah,” jelas Suparno melalui rilis klarifikasi yang diterima Fajar.co.id.

Memang pada saat itu, Slamet Supu tinggal di Kelurahan Tanganapada, Kecamatan Murhum, Kota Baubau dengan menempati tanah milik orang. Informasi dan data tersebut kemudian dilaporkan kepada Kapolres Baubau yang saat itu dijabat oleh AKBP Eko Wahyuniawan. Hasilnya, Kapolres bersimpati dan berniat untuk membantu Slamet Supu.

“Para pejabat Polres Baubau lalu dikumpulkan untuk membahas persoalan yang dialami Pak Slamet Supu,” ujar mantan Kasat Reskrim Polres Baubau ini.

Kesimpulannya, para perwira Polres Baubau secara kemanusiaan dan menganggap Slamet Supu adalah bagian dari Polres Baubau lalu diberikanlah bantuan berupa tanah dan rumah. “Bantuan tersebut dari hasil gotong royong personel Polres Baubau. Tanah dan rumah yang dimaksud terletak di Kelurahan Liabuku, Kecamatan Bungi,” tambahnya.

Setelah semuanya sudah disiapkan, selanjutnya Slamet Supu diundang ke Polres Baubau dengan maksud memberitahukan kabar gembira tersebut. Setelah terjadi perbincangan dengan Kapolres, ternyata Slamet Supu mengeluhkan tanah tersebut dengan alasan terlalu jauh.

“Ini terkesan memilih-memilih tempat yang sesuai keinginannya. Akhirnya, Slamet Supu lalu meminta kepada Kapolres kalau bisa diberikan mentahnya (uang tunai, red) saja),” bebernya.

“Kapolres tidak setuju dengan permintaan tersebut. Karena kalau hanya diberikan uang tunai, uang tersebut nantinya tidak menghasilkan apa-apa dan Slamet Supu akan tetap tinggal ditanah orang,” sambungnya.

Setelah pergantian Kapolres, persoalan Slamet Supu tetap masih menjadi perhatian. Kapolres Baubau yang saat ini dijabat oleh AKBP Suryo Aji kembali menawarkan bantuan yang sama, yakni tanah dan rumah. Tapi, Slamet Supu tetap pada pendiriannya dengan meminta uang tunai.

“Kami dari Polres Baubau tidak dapat menuruti permintaan dari Slamet Supu karena dikhawatirkan apabila diberikan uang tunai, uang tersebut akan habis tanpa hasil yang tidak jelas dan yang bersangkutan tetap tidak memiliki tempat tinggal pribadi,” tutup pria dengan satu melati dipundaknya. (hrm)

To Top