Hadapi MEA, Kemenristekdikti Tumbuhkan Perusahan Pemula Berbasis Teknologi – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Ekonomi & Bisnis

Hadapi MEA, Kemenristekdikti Tumbuhkan Perusahan Pemula Berbasis Teknologi

065828_560404_083738_709332_Menristek_Muhammad_Nasir

FAJAR.CO.ID, JAKARTA- Dalam rangka mencetak dan menumbuhkembangkan perusahaan-perusahaan pemula berbasis teknologi, serta untuk menghadapi Masyarakat Ekonomi Asean (MEA), Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) menggiatkan program Inkubasi Bisnis Teknologi (IBT) yang telah berjalan sejak 2013.

Pada tahun ini, IBT merupaka program pada Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi melalui Direktorat Perusahaan Pemula Berbasis Teknologi (PPBT).

“Program ini adalah skema pendanaan untuk lembaga inkubator dan perusahaan pemula berbasis teknologi, sebagai tenant dalam melakukan proses inkubasi guna meningkatkan daya saing perusahaan pemula. Sehingga mampu bertahan dan berkembang di pasar domestik atau global. Inkubasi bisnis merupakan suatu proses pembinaan, pendamping, dan pengembangan yang dilakukan oleh Inkubator kepada tenantnya,” jelas Menristekdikti M. Nasir saat membuka pelatihan Inkubasi Bisnis Indonesia di Serpong, Tangerang Selatan, Minggu (24/7).

Menurutnya, pada tahun 2016, terdapat 237 proposal yang dapat mengikuti program IBT. Setelah seleksi administratif dan dilanjutkan tahap presentasi inkubator, tenant yang lulus sebanyak 89 produk. Hasil akhir dari seleksi presentasi didapat 50 produk atau tenant untuk diinkubasi.

Kemenristekdikti bekerja sama dengan Smart Plus Accelerator dan Asosiasi Inkubator Bisnis Indonesia (AIBI) menyelenggarakan program Pelatihan Inkubator Bisnis Teknologi untuk mendukung pelaksaan program IBT 2016. Pelatihan dilaksanakan pada 22-27 Juli 2016 di Gedung Techology Business Incubator Center (TBIC), Puspitek, Serpong yang diikuti 87 peserta.

Selama pelatihan, peserta akan memperoleh materi yang mencakup motivasi berwirausaha, konsep dan praktek inkubator bisnis teknologi, pembuataan SOP inkubator bisnis teknologi, pembuatan business plan, strategi pitching, pemasaran, pengelolaan keuangan. Dan kemampuan teknis lain untuk menunjang pengembangan bisnis. Sehingga, diharapkan kemampuan teknis dan keterampilan para peserta dapat ditingkatkan yang kemudian mencetak wirausaha berbasis teknologi yang mandiri dan berdaya saing.

“Kita tidak bisa sukses jadi pengusaha yang baik jika tidak dari kecil. Dan yang penting cara berpikir pentingnya akses teknologi dan inovasi dalam mengembangkan usaha hingga menjadi besar suatu saat nanti,” beber Nasir.

Menteri Nasir meminta agar peserta tidak hanya melihat dana Rp 25 juta yang diberikan melalui IBT 2016 yang jumlahnya tidak besar untuk memulai usaha, namun bagaimana tenant terus melakukan inovasi dan bekerja keras untuk membesarkan usahanya.

“Kalau bisa (IBT) ini jadi pemantik saja untuk sukses. Jangan berharap besar bahwa pemerintah dapat membantu dalam jumlah besar tapi berusaha untuk besar sehingga dapat akses permodalan dari perbankan,” ujarnya.

“Yang penting nanti bagaimana produk yang dihasilkan oleh tenant-tenant ini dapat dilindungi salah satunya dengan membantu mendapatkan Strandarisasi Nasional Indonesia (SNI) dari Badan Standarisasi Nasional (BSN),” demikian Nasir. [RMOL/FAJAR]

loading...
Click to comment
To Top