Pantesan Banyak Nganggur! Jumlah Tenaga Kerja Asing Tiongkok Meningkat 2 Kali Lipat – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Daerah

Pantesan Banyak Nganggur! Jumlah Tenaga Kerja Asing Tiongkok Meningkat 2 Kali Lipat

40959_59398_pekerja pabrik

FAJAR.CO.ID, SURABAYA – Kepala Dinas Tenaga Kerja, Transmigrasi, dan Kependudukan (Disnakertransduk) Jawa Timur, Sukardo mengungkapkan terjadi peningkatan tajam jumlah tenaga kerja asing (TKA) yang bekerja di wilayahnya. 

Jumlahnya naik dua kali lipat dibanding tahun sebelumnya. Jika tahun 2015 sebanyak 1.600 TKA, maka tahun ini tercatat sekitar 3.460 orang.

“Setiap tahun memang terjadi peningkatan. Hanya saja peningkatan tahun ini cukup besar hingga dua kali lipatnya,” kata Sukardo kepada Radar Surabaya (Jawa Pos Group), Sabtu (23/7). 

Dari 3.460 orang TKA tersebut, paling besar memang berasal dari Tiongkok yakni sekitar 40 persennya. 

Lalu 25 persennya dari Jepang, 13 persen dari India, 9 persen dari Malaysia, dan 8 persen dari Korea Selatan.

Namun jumlah TKA di Jatim ini relatif lebih kecil daripada jumlah TKA di seluruh Indonesia.

“Mereka kebanyakan menjadi manajer, tenaga kesehatan, tenaga pengajar, hingga koki,” jelas dia.

Menurut Soekardo, tenaga kerja asing ini memang tidak diperbolehkan menjadi tenaga kasar. 

Mereka harus menempati jabatan tertentu yang sifatnya khusus atau terbatas. Misalnya, adalah keahlian khusus dan minimal menduduki jabatan sebagai teknisi.

Karena itu, jika di lapangan terdapat pekerja asing yang menjadi tenaga kasar maka sudah dipastikan hal tersebut adalah pelanggaran.

Oleh sebab itu, Disnakertransduk meminta agar masyarakat juga memiliki inisiatif untuk melaporkan, jika di lingkungannya terdapat pekerja asing.

“Kasus ya kasus, sehingga harus ditangani melalui proses pemeriksaan dan penindakan hukum sesuai aturan, termasuk deportasi bagi pekerjanya,” tegas dia.

Pada umumnya, lanjut Sukardo, para TKA sering melanggar dua hal. Di antaranya seperti pelanggaran imigrasi.

Yakni pekerja asing tidak memiliki izin tinggal atau izin tinggalnya sudah kedaluwarsa.

Maka pemeriksaan dan penegakan hukum dilakukan oleh pengawas imigrasi dibawah kementerian hukum dan HAM. Pelanggaran lain yang dilakukan, menurut dia, adalah pekerja asing tidak memiliki izin kerja atau memiliki izin kerja namun tidak sesuai dengan izin kerja yang dimiliki.

Misalnya, TKA tersebut memiliki izin untuk bekerja di PT A, namun ternyata ia kerja di PT B.

“Hal itu merupakan juga pelanggaran izin kerja dan dalam kasus semacam ini pemeriksaan serta penegakan hukumnya dilakukan oleh pengawas ketenagakerjaan,” tambahnya.

Sanksi yang bisa diterima oleh para TKA ini adalah deportasi serta blacklist dari perusahaan pengguna tenaga asing. (dia/hen/JPG)

loading...
Click to comment
To Top