Warga Poso Paling Benci Polisi Dibanding Santoso Cs, Penyebabnya HAM – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Nasional

Warga Poso Paling Benci Polisi Dibanding Santoso Cs, Penyebabnya HAM

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Berbeda dengan anggapan kita yang ada di uar Sulawesi Tengah, tenyata, masyarakat Kabupaten Poso lebih percaya kepada kelompok sipil bersenjata pimpinan Santoso daripada polisi.

Hal tersebut dikatakan Ketua Pansus RUU Terorisme Muhammad Syafii. Menurutnya, bagi masayarakat Poso, teror sebenarnya datang dari aparat kepolisian. Karena masayarakat yang pernah mengalami konflik sosial pada awal tahun 2001 itu menyimpan dendam yang luar biasa kepada polisi, karena banyaknya aparat yang melakukan pelanggaran HAM berat.

“Para pendeta, ustad, tokoh masyarakat, tokoh pemuda sepakat dengan satu kata, mereka sangat benci dengan polisi karena telah lakukan pelanggaran HAM berat,” kata Syafii di Gedung DPR RI Komplek Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (25/7).

Sebelumnya, pengamat terorisme dari Barometer Institute, Robi Sugara, mengatakan ada salah satu yang hal menarik dari wilayah Poso, yaitu ada statement “jika Pimpinan Mujahidin Indonesia Timur (MIT) Santoso, tidak baiat dengan ISIS, ada masyarakat Poso yang akan dukung Santoso.”

Saat di Poso kata Robi, Santoso menarik anak-anak muda yang ingin berjihad, tapi tidak bisa pergi ke Suriah. Ada dua jenis jihad Qital atau perang yang diyakini, yaitu jihad besar dan jihad kecil. Nah, Santoso mengambil peran menarik orang untuk jihad kecil atau jihad dekat. Tujuan gerakan jihad ini untuk membunuh polisi.

Pernyataan ini sangat beralasan. Robi menjelaskan, pascakonflik Poso, banyak pihak yang masih merasa diperlakukan tidak adil. Pada saat itu, banyak masyarakat yang tewas karena operasi-operasi yang dilakukan aparat keamanan.

“Ada operasi yang ratusan orang ditembak polisi, saat itu keluarganya melihat atau jika tidak mereka melihat ketika dimandikan,” kata Robi.

Kata Robi, Santoso menjadi orang yang memimpin gerakan untuk balas dendam kepada polisi. Karena gerakan itu, Santoso yang sebelumnya bukan siapa-siapa menarik perhatian banyak orang. 

Tak heran, Jika pada saat proses pemakaman Santoso, Ribuan warga datang untuk mengantar jenazanya, bukan saja warga Poso, namun ada yang datang dari beberapa wilaya di Sulawesi Tengah. (ril/pojoksatu/fajar)

Click to comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

To Top