5 Provinsi Target Lakukan Vaksinasi Ulang – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

Kesehatan

5 Provinsi Target Lakukan Vaksinasi Ulang

FAJAR.CO.ID, JAKARTA – Pemerintah akan memberi vaksin ulang kepada anak-anak yang menjadi korban pemberian vaksin palsu di sejumlah rumah sakit terutama di lima provinsi.

Menteri Koordinator bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK) mengatakan, pemerintah akan memberikan vaksin ulang kepada anak-anak yang menjadi korban. Karena itu, kami akan mendata anak-anak yang menjadi korban.

“Kepada orang tua yang merasa anaknya menjadi korban vaksin palsu. Kami minta untuk melaporkannya,” kata Puan Maharani usai memimpin rapat koordinasi tingkat menteri terkait vaksin palsu di Kantor Kementerian PMK, Jakarta, Selasa (26/7).

Adapun daerah yang diperkirakan menjadi peredaran vaksin palsu antara lain DKI Jakarta, Serang, Banten, Pekanbaru, Riau, Palembang, Sumatera Selatan, dan Bengkulu.

Bareskrim Mabes Polri telah diminta untuk terus mengusut, menyelidiki, apakah masih ada daerah lain yang menjadi korban peredaran vaksin palsu tersebut.

Saat ini, tegas Puan, sudah ada 23 orang yang ditetapkan sebagai tersangka oleh pihak kepolisian, baik dari produsen, dokter, distributor, pencetak label, dokter, pengepul botol dan sebagainya.

Puan berharap pihak kepolisian dalam menjalankan tugasnya dengan sebaik-baiknya dalam menyelidiki kasus tersebut, tanpa harus disertai dengan kegaduhan yang membuat warga masyarakat tidak tenang.

Menko PMK mengatakan, saat rakor meminta keterangan dari Biofarma, Apoteker, Ikatan Dokter Indonesia (IDI), Ikatan Dokter Anak Indonesia dan semua stakeholder yang terkait untuk membahas langkah-langkah ke depan. Di antaranya adalah perbaikan undang-undang yang diperlukan.

”Yang pasti yang mereka lakukan adalah kejahatan luar biasa terhadap anak-anak. Kita harapkan ke depan ini tidak boleh terulang lagi,” kata Puan.

Jika ada laporan serupa ke depan, ia berjanji akan langsung menanganinya. Hingga saat ini sudah ada 519 anak yang terdata menjadi korban vaksin palsu. Namun, jumlah tersebut hanya pendataan awal dan masih akan terus dilakukan tanpa batas waktu.

”Sekali lagi kepada orang tua yang ragu, apakah anaknya jadi korban vaksin palsu atau tidak, mohon melaporkan saja kepada pihak pemerintah yang terkait agar didata dan diberi vaksin ulang,” ujarnya.

Menteri Kesehatan (Menkes) Nilla F. Moeloek mengatakan, vaksinasi ulang yang dilakukan tidak akan membahayakan kesehatan anak. Sebab, selama ini muncul kekhawatiran jika anak-anak akan mengalami over dosis apabila divaksin ulang.

“Tidak ada over dosis karena menggunakan takaran Ikatan Dokter Anak Indonesia,” ujarnya.

Terkait proses hukum, Nilla mengaku pihaknya akan menyerahkan kepada kepolisian. Karena itu, pihaknya akan terus membuka kesempatan kepada masyarakat yang hendak melakukan pengaduan. ”Masalah hukumnya, kita serahkan sepenuhnya kepada Bareskrim Polri,” katanya. 

Ketua Umum Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) Aman Bhakti Pulungan mengatakan, pihaknya akan melakukan pemantauan tumbuh kembang anak yang menjadi korban vaksin palsu. Berdasarkan analisis saat ini, vaksin palsu tidak membahayakan anak dalam jangka pendek maupun jangka panjang.  

”Kami akan terus melakukan pemantauan tumbuh kembang akan ke depan. Tapi kita bisa simpulkan bahwa vaksin palsu ini tidak membahayakan baik dalam jangka pendek maupun jangka panjang,” kata Aman.

Hingga kini kasus vaksin palsu masih dikembangkan penyidik Bareskrim Polri. Penyidik menetapkan 23 tersangka dan 20 di antaranya ditahan, yang terdiri dari dokter, bidan, distributor dan sales. Sebagian berkas tersangka sudah diserahkan ke Kejaksaan Agung. (nel/yuz/JPG)

loading...
Click to comment
To Top