Astaga.. Sebelum Dibunuh, Imam Gereja Dipaksakan Berlutut – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Internasional

Astaga.. Sebelum Dibunuh, Imam Gereja Dipaksakan Berlutut

010125_404907_gereja_afp

FAJAR.CO.ID, PRANCIS- Dua orang pria melakukan aksi pembunuhan keji terhadap seorang imam gereja yang tengah menggelar misa di gereja Normandia pada Selasa (26/7).

Menurut keterangan seorang Biarawati yang menyaksikan pembunuhan tersebut, kedua pelaku tiba-tiba saja masuk ke gereja saat misa pagi tengah digelar di Saint-Etienne-du-Rouvray, dekat wilayah Rouen Prancis.

Mereka kemudian mengambil sejumlah orang sebagai sandera, yakni imam gereja, dua biarawati dan dua jemaat.

Kedua pria tersebut kemudian memaksa Bapa Jacques Hamel berlutut sebelum membunuhnya dengan cara memotong tenggorokannya.

“Semua orang berteriak meminta untuk mereka berhenti. Namun mereka (pelaku) memaksa berlutut, ia ingin membela diri, dan saat itulah drama dimulai,” kata Danielle, salah seorang biarawati yang menjadi saksi mata. Ia melarikan diri saat pelaku melakukan aksi penggorokkan.

Setelah membunuh imam gereja, kedua pelaku mencoba membunuh seorang jemaat dengan cara yang sama hingga ia terluka parah dan mengalami kondisi kritis.

Aksi keji tersebut direkam oleh para pelaku.

“Mereka tidak melihat saya pergi. Mereka sibuk sibuk dengan pisau mereka dan merekamnya,” sambungnya seperti dimuat The Guardian.

Tak lama setelah melakukan aksi keji tersebut dan keluar gereja, para pelaku ditembak mati oleh polisi.

Presiden Perancis Francois Hollande menyebut bahwa aksi keji tersebut merupakan bagian dari terorisme yang dilakukan oleh dua pengikut kelompok militan ISIS.

Polisi Prancis dan pasukan intervensi cepat segera melakukan penyelidikan. Kemudian seorang remaja ditahan dalam penyelidikan serangan tersebut.

Pada Selasa malam, jaksa Paris, François Molins, mengatakan salah satu penyerang telah diidentifikasi sebagai Adel Kermiche, 19, yang telah mencoba beberapa kali untuk melakukan perjalanan ke Suriah menggunakan paspor anggota keluarga.

Ia menjelaskan bahwa dua pelaku yang melakukan penyerangan keluar gereja dengan membawa tiga sandera. Satu pelaku menggunakan sabuk bom palsu. Sedangkan seorang lainnya membawa tas serupa bom waktu.

Molins menyebut bahwa polisi kemudian mencoba bernegosiasi dengan mereka, namun mereka menggunakan sandera sebagai benteng.

Ini adalah serangan terbaru yang terjadi di Perancis sejak kurang dari dua minggu terakhir. Insiden sebelumhya adalah serangan truk yang dilakukan oleh seorang pria di tengah perayaan hari Bastille di kota Nice. [mel]

loading...
Click to comment
To Top