SADIS! 19 Pasien Berkebutuhan Khusus Dibunuh Saat Tidur – FAJAR.co.id

FAJAR.co.id

exciting-banten
Internasional

SADIS! 19 Pasien Berkebutuhan Khusus Dibunuh Saat Tidur

mayat

FAJAR.CO.ID – Satoshi Uematsu benar-benar sinting. Dia tega membunuh orang-orang berkebutuhan khusus (difabel) yang dirawat di Tsukui Yamayuri-En, Kota Sagamihara, Prefektur Kanagawa, Jepang, Selasa dini hari (26/7). 

Sebanyak 19 pasien tewas dan 25 orang lainnya luka-luka. Korban tewas adalah 9 laki-laki dan 10 perempuan dengan rentang usia 19-70 tahun. 

Setelah melakukan serangan sadis tersebut, Uematsu menyerahkan diri ke kantor polisi terdekat sambil membawa pi­sau berlumuran darah. ”Saya melakukannya. Orang cacat seharusnya lenyap seluruhnya,” ujarnya saat menyerahkan diri ke polisi.

Entah mengapa Uematsu membenci orang cacat. Dulu, dia adalah pegawai di Tsukui Yamayuri-En. 

Februari lalu, dia dipecat karena mengirimkan surat ancaman untuk membunuh 470 orang berkebutuhan khusus. 

Dia sempat menjalani perawatan di rumah sakit karena pikiran gilanya tersebut sebelum akhirnya keluar pada 2 Maret lalu. 

Saat itu dokter menyatakan dia membaik. Tidak disangka, pria 26 tahun tersebut justru merealisasikan ancamannya. 

”Tujuan saya adalah dunia di mana orang cacat yang tidak mampu tinggal di rumah dan aktif di masyarakat bisa dieutanasia dengan persetujuan walinya,” tulis Uematsu dalam surat ancamannya yang dikirimkan ke ketua majelis rendah Jepang Februari lalu. 

Menurut dia, orang cacat hanya menciptakan ketidakbahagiaan. Uematsu dengan mudah merealisasikan ancamannya tersebut. Berbekal pengetahuan sebagai mantan pegawai, dia dengan mudah masuk ke Tsukui Yamayuri-En. Dia merusak jendela dan masuk ke pusat perawatan orang berkebutuhan khusus tersebut. 

Uematsu mengikat para petugas yang berjaga sebelum membunuh mereka dalam tidurnya dengan pisau yang dia bawa. Petugas yang berjaga di fasilitas itu berhasil menelepon polisi sekitar pukul 02.30 waktu setempat. 

”Insiden ini sangat menyayat hati dan mengejutkan, di mana banyak orang tidak berdaya dan bersalah menjadi korban,” ujar Menteri Kepala Kabinet Jepang Yoshihide Suga. (AFP/Reuters/sha/c17/kim)

loading...
Click to comment
To Top